[Laa Ba’sa Thahurun] Nikmat Sehat Yang Sering Dilalaikan

jamBismillah…

Akhawati fillah kaifa haluki? Mudah-mudahan senantiasa dalam lindungan Allah Ta’ala dan selalu diberi kesehatan oleh Allah. Alhamdulillah kita semua masih bisa menghirup udara segar di tahun 2013 ini.

Senang yaa rasanya kalau melihat orang tua kita sehat, anak-anak sehat, istri/suami juga sehat dan memiliki banyak waktu untuk urusan dunia dan akhiratnya. Dua nikmat ini sering dilalaikan oleh manusia, termasuk saya ini. Yakni nikmat sehat dan waktu luang.

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Seseorang tidaklah memiliki waktu luang jika badannya tidaklah sehat. Siapa saja yang memiliki dua kenikmatan ini hendaknya janganlah sampai tertipu dengan meninggalkan syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikannya. Bersyukur dengan menjalankan perintahNya dan bersyukur dengan meninggalkan apa yang menjadi laranganNya. Barangsiapa yang luput dari syukur tersebut maka dialah orang yang tertipu.

Sebagian besar orang bilang bahwa nikmat sehat itu akan lebih terasa ketika kita dalam keadaan sakit. Sepertinya hal ini tidak seratus persen salah, karena saya sendiri juga merasakan hal demikian. Kesehatan itu sangat terasa berharga ketika badan ini lemas terkulai tak berdaya. Ketika tangan ini kaku digerakkan karena selang infus tidak bisa dinego untuk dilepaskan.

Mengawali tahun 2013 tepatnya tanggal 01 Januari 2013, saya ‘ngekost’ di rumah sakit karena typus. Sungguh, hal ini sangat tidak mengenakkan. Badan terasa kaku semua, aktivitas terganggu. Memang ada benarnya perkataan orang bahwa nikmat sehat akan terasa ketika kita dalam keadaan sakit. Saat badan terbaring lemah di atas ranjang kamar rawat inap itu sangat terasa betapa berharganya sehat itu.

Bicara tentang sehat, kita semua pasti sering mendengar bahwa Sehat itu Mahal Harganya. Saya sendiri telah mengalami dan merasakannya. Bukan masalah mahal dalam nominal tetapi terlebih karena betapa menderitanya ketika sakit dan tak luput kita membayangkan begitu nikmatnya ketika sehat. Apa yang dapat dilakukan oleh orang sehat, tak bisa dilakukan oleh orang sakit. Ketika sehat kita biasa melakukan pekerjaan rumah ini dan itu, mengurus suami dan anak-anak, bekerja di kantor dan lain sebagainya. Namun ketika sakit, hmmm… hanya tergeletak lemas di atas tempat tidur. Saudaraku, jangan pernah terlewatkan syukur atas nikmat yang tiada tara ini. Bersyukur dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Kalau badan kita sehat, kita juga bisa memanfaatkan waktu luang dengan baik. Setuju! Ayo kita terapkan gaya hidup sehat. ^_^

Advertisements

Sajak Tentang Cinta

biker

Bismillah..

Puisi ini pernah ane posting di blog ane yang lama, entah kenapa, ane sukaaa sekali sama puisi ini. Mungkin karena nulisnya bener-bener mendalaminya. Jadiii.. ane posting lagi disini yaa. Semoga berkenan membacanya.

Ketika hatimu dilanda gundah gelisah
Ingatlah bahwa tidak disetiap hari itu indah
Laksana awan, cerah birunya dan mendung menghitam
Terpaut pula dalam hatimu yang terkadang suram

Untukmu belahan jiwaku
Yakinlah bahwa cinta ini untuk Rabb semata, Allah Tuhanku
Sungguh hati dan jiwa ini telah menyatu
Mencintaimu tanpa ambisi yang menggebu gebu

Jangan pernah lagi kau pertanyakan tentang rasa
Mampukan aku menerimamu apa adanya?
Siapalah diriku mengharapkan sebuah permata
Sedangkan diriku adalah pasir yang berwujud dimana-mana

Aku tak pernah mengharap cintamu yang berlimpah ruah, sayang
Namun, aku hanya ingin kau mengerti bagaimana menyentuh hatiku
Cinta yang mengalir untuk Allah yang tak pernah lekang
Tentu membawa kebaikan untuk cinta kita, cintaku dan cintamu

I Love U because Allah.

Buanglah Cemburu Pada Tempatnya

 

Bismillah …

Rasa cemburu itu pada dasarnya adalah perasaan tidak suka pada orang yang dekat dengan pasangan kita atau pernah dekat, bisa juga diartikan dengan perasaan tidak suka karena pasangan kita lebih memperhatikan oranglain daripada suami/istrinya sendiri. Rasa cemburu berujung pada rasa sakit hati dan berakhir dengan derai untaian air mata.

Ironisnya, kadang cemburu hadir tidak pada tempatnya dan dalam porsi cemburu yang berlebihan hingga menyebabkan datangnya murka Allah. Naudzubillahi min dzalik. Hampir setiap cemburu itu diiringi dengan kecurigaan dan was-was. Dimana semua rasa itu datangnya dari setan. Akankah kita mengikuti hawa nafsu setan?

Ketika rasa cemburu itu datang segeralah menyebut asma Allah dan ucapkanlah, A’udzubillahiminasysyaithonirrajim yang artinya: aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Jika cemburu tak kunjung hilang basuhlah wajah kita dengan air wudhu dan banyak-banyaklah mengingat Allah. Kenapa harus dengan mengingat Allah? Karena kalau kita terus mengikuti cemburu yang mendera hati bukannya ketenangan yang diraih tapi malah kegalauan yang semakin memuncak. Dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang.

Tak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia yang memiliki kelembutan hati dan terlebih wanita yang hati dan perasaannya sangat peka pastilah memiliki perasaan cemburu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan sikap kita menghadapinya adalah dengan kesabaran yang indah tiada batas.

Saya sendiri sering merasa cemburu kepada perempuan yang dekat atau pernah dekat dengan orang yang saya ‘kagumi’. Terlebih jika objek sasaran memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Lebih cantik, lebih pintar, punya pekerjaan yang baik dan masih banyak lagi. Alhamdulillah, saya bergaul dengan orang-orang yang berilmu yang dengan senang hati memberi untaian nasihat dan mengingatkanku dalam kebaikan sehingga rasa cemburu itu bisa dibuang pada tempatnya. Saya tidak lagi mencemburui mereka hanya karena lebih cantik, lebih pintar, punya pekerjaan yang baik. Karena setiap orang itu memiliki latar belakang kehidupan tersendiri. Saya sendiri juga memiliki masa lalu yang tidak kalah kelam dan saya sadari bahwa semua rasa cinta yang berlandaskan nafsu akan hilang dengan hidayah ilmu. Toh, kelebihan yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain. Hehe.. percantiklah diri kita dengan ibadah di atas ilmu dan bimbingan Rasulullah. InsyaaAllah kecantikan hati itu lebih tahan lama dan lebih memberi ketenangan dibanding kecantikan fisik. Bodohnya saya, cemburu itu datang hanya karena curiga yang tidak beralasan padahal orang yang saya ‘kagumi’ itu tidak pernah berbuat seperti yang saya pikirkan. Nah kan.. rugi kita. Sudah cemburu itu tidak baik ditambah dengan dosa bersu’udzon dengan orang lain. Astaghfirullah

Teman-teman.. berhati-hatilah dengan cemburu, jangan sampai karena mengikuti rasa cemburu yang datangnya dari setan menyebabkanmu mendapat murka Allah. Jangan hanya karena curiga dan mengembangkan pemikiran negatif kita menjadikanmu berlebihan dalam mengekspresikan cemburu yang berujung pada terkikisnya cinta kasih pasangan kita terhadap kita. Jika kita menghadapinya dengan ilmu dan sabar, insyaaAllah pasangan kita pun akan semakin rindu akan kehadiran kita.

Mari buanglah cemburu pada tempatnya. *senyum*

Muhasabah Akhir Tahun

Tahun 2011 akan segera berakhir. Orang-orang baik yang sudah usia lanjut, orang tua, dewasa, remaja ABG bahkan anak-anak pra remaja kerap merayakan malam tahun baru dengan beraneka ragam acara. Ada yang sekedar membakar jagung di pelataran rumah bersama keluarga, bakar-bakar ikan dengan teman yang tak jarang disertai dengan minuman keras, berkeliling kota dengan mengeraskan suara kendaraan dan berteriak-teriak dan masih banyak lagi. Tragisnya, mereka sudah terbiasa dengan hal itu. Tahun baru kerap diwarnai dengan pesta minuman keras, pesta seks oleh pasangan yang belum menikah, naudzubillahi min dzalik.

Tak jarang dalam acara perayaan tahun baru itu kita jumpai saudara kita sesama muslim, berkerudung atau celana mengatung. Betapa mirisnya mata ini memandang fenomena jaman yang makin mengasingkan syariat.

Tahun baru merupakan pergantian masa dari tahun sebelumnya menuju tahun berikutnya. Hakikatnya pada tahun baru itulah jatah hidup kita di dunia berkurang. Bukan kah setiap waktu jatah hidup kita berkurang meskipun dalam hitungan detik? Bagi kaum yang berpikir, sudah seharusnya memanfaatkan setiap waktu untuk memperbaiki segala tindak tanduk, tingkah laku dan bermuhasabah diri akan kesalahan dan kekhilafan.

Saya memilih judul “Muhasabah Akhir Tahun” karena pada momen ini biasanya orang-orang baru mengingat akan kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuat. Bermuhasabah atau instropeksi diri hendaknya dilakukan setiap hari, setiap saat dalam kehidupan kita. Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa bermuhasabah tidak hanya dilakukan ketika pergantian tahun. Memang lebih baik memanfaatkan momen tahun baru sebagai momen untuk memperbaiki diri daripada untuk hal-hal yang tidak berguna dan cenderung menuju kemaksiatan.

Setiap diri manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Untuk itulah, kita harus senantiasa bermuhasabah, instropeksi diri guna memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik dan rabbani. Setiap waktu, setiap saat kita harus senantiasa mengingat dosa-dosa yang telah kita lakukan. Jika kita sudah menyadarinya, tentulah tidak berdiam diri menyesali perbuatan yang telah kita lakukan namun kita sebisa mungkin untuk tidak mengulanginya lagi dan bersegera bertaubat.

Selama tahun 2011 ini ibadah apa yang telah kita lakukan? Sudahkah kita menjalankan perintah Allah dan RasulNya? Sudahkah kita beribadah sesuai tuntunan syariat? Sudahkah kita berlemah lembut terhadap ibu bapak? Itulah sekelumit tentang bermuhasabah. Memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, memperbaiki sikap kepada orang tua, memperbaiki hubungan baik dengan kerabat, memperbaiki pergaulan dengan sesama serta menambah khazanah ilmu-ilmu islam.

InsyaaAllah dalam hitungan hari kita akan berjumpa dengan tahun 2012. Ingat, isu kiamat 2012 jangan dipercaya. Kiamat adalah rahasia Allah dan hanya DIA lah yang maha mengetahui. Alhamdulillah Allah mengijinkan saya untuk mengais nafas sehingga mampu menorehkan tinta untuk mengajak teman-teman memaknai tahun baru.

Memanfaatkan “Menunggu”

Menunggu adalah salah satu hal yang sangat membosankan. Bahkan tak jarang dari kita mengalami stress jika menunggu terlalu lama. Sebab dalam masa menunggu tersebut bercampur perasaan yang tak karuan, ada perasaan was was, khawatir, berpikiran negatif kerap kali tumbuh dalam alam pikiran kita. Terlebih jika orang yang ditunggu tak kunjung datang.

Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia yakni nikmat sehat dan waktu luang. Nah, menunggu disini dapat dikategorikan sebagai waktu luang. Apakah kita akan melewatinya dengan sia-sia? Ahh .. semoga tidak, sungguh kasihan jika iya.

Jika kita sedang menunggu kedatangan teman maka MANFAATKANLAH!! Misal, teman kita sudah janji mau datang ke rumah jam sekian dan ternyata jarum jam telah menunjukkan waktu yang dimaksud tapi teman kita tak kunjung datang. Detik telah berganti menit, menit berganti jam namun teman kita tak jua menampakkan batang hidupnya. Apa yang kita rasakan? Sebal? Jangan dulu, pasti yang pertama muncul adalah perasaan khawatir, takut terjadi sesuatu di perjalanan dan perasaan negatif lainnya. Nah, daripada kita terus mengikuti perasaan yang kemungkinan benarnya hanya 0,00001 % lebih baik kita menggunakan waktu menunggu itu dengan hal hal yang bermanfaat. Jika kau gemar membaca maka bacalah sesuatu yang ada di hadapanmu, jika kau gemar menulis maka tulislah sesuatu, jika tidak kau bisa menggunakan waktumu untuk beres beres kamar, membantu pekerjaan ringan di rumah dan masih banyak hal lainnya. Jika kita melakukan suatu kegiatan maka waktu akan terasa lebih cepat berputar. Percaya lah, saya sudah membuktikannya, sekarang giliran Anda.

Lalu, bagaimana jika menunggu pangeran datang menjemput kita ke kursi pelaminan? Hemm .. jangan khawatir, setiap orang sudah ditentukan jodohnya masing masing oleh Allah ta’ala, tinggal menunggu waktunya saja. Sembari menunggu pangeran yang diimpikan datang menjemput, saya mohon STOP MENGKHAYAL karena dengan khayalan khayalan konyol tentang pendamping hidup membuat pikiran kita menjadi kotor dan parahnya lagi menjadikan kita malas beribadah, naudzubillahi min dzalik. Sekali lagi MANFAATKANLAH! Sembari menunggu kepastian itu datang, kita sebagai kaum muslim hendaknya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kita dapat melakukannya dengan berbagai kegiatan, membaca buku- buku islam, menambah hafalan maupun mempertahankan hafalan, menuntut ilmu yang haq, memperbaiki atau memperbanyak ibadah dan segala bentuk penghambaan kepada Allah Ta’ala guna mendekatkan diri kepada-Nya. Sebagai seorang wanita bisa memanfaatkannya dengan belajar memasak, belajar berkreatifitas seperti menjahit, menyulam, membuat kerajinan kain flanel dan lainnya.

Siapa bilang menunggu itu membosankan? Menunggu itu asik jika dimanfaatkan dengan hal- hal positif terlebih jika diisi dengan kegiatan ibadah.

Salam sayang …. ^^

Tips Melawan Rasa Malas

Setiap hari kita melakukan rutinitas yang hampir sama setiap harinya. Bekerja di kantor, melakukan pekerjaan di rumah yang itu- itu saja. Bosan, jenuh tak jarang kita alami. Itu adalah hal yang wajar selama tidak melampaui batas. Bosan dan kejenuhan akan menjadi bumbu tersendiri ketika kita berkesinambungan dalam bekerja, terus menerus melakukan kegiatan ini itu. Rekreasi bagi sebagian orang adalah alternatif untuk menghilangkan kebosanan, namun bagaimana dengan yang isi dompet maupun saldo ATM ‘ngepas’ ..seperti saya ini …heheee… Ya paling ujung-ujungnya berlari ke bacaan.

Bukan hanya bosan dan jenuh yang dialami, musuh terbesar manusia adalah rasa malas. Malas hanya terdiri dari 5 (lima) huruf saja, namun 5 huruf itu sangatlah sakti sampai-sampai kita kewalahan membasminya. Bahkan, sangat sulit dihindari atau malah diikuti kemalasan itu dengan berleha-leha saja, melamun atau melakukan aktifitas yang membuang waktu sia-sia. Padahal tugas-tugas dari atasan masih berserakan di meja kerja, tugas kuliah masih belum disentuh sama sekali, rumah berantakan seperti kapal pecah. Hanya 5 (lima) huruf tapi jika dituruti malah akan semakin menumpuk pekerjaannya.

Malas sebenarnya datang dari diri sendiri untuk mensugesti diri supaya bermalas-malasan, menunda-nunda pekerjaan, “Ahh,, nanti saja atau “nanti dulu” yang berujung pada pekerjaan yang menumpuk numpuk dan kita pun akan keteteran mengerjakannya. Dampaknya, kita sendiri yang kena dan rugi waktu juga.

Malas bisa kita hindari ketika ia datang dan menyerang kemauan dan semangat kita. Di bawah ini ada beberapa tips untuk melawan rasa malas itu :

  • Membasuh muka ketika kantuk menyerang. Ini menyerang seseorang yang bekerja di depan komputer dalam jangka waktu lama, tak dapat dipungkiri ketika tengah asyik mengetik atau mengedit tulisan sana sini tiba tiba rasa kantuk menyerang. Rasa kantuk yang tak tertahankan terlebih saat itu pekerjaan sedang nanggung-nanggungnya dan harus selesai saat itu juga maka membasuh muka menjadi alternatif untuk  menghilangkan rasa kantuk tersebut, setidaknya dengan berjalan ke belakang sudah sedikit mengurangi rasa kantuk tersebut.
  • Mengubah posisi duduk. Ketika sedang membaca, ubahlah posisi duduk Anda namun disarankan tidak berubah posisi menjadi berbaring, bukan malas yang hilang malah jadi tertidur pulas. Ketika sedang mengetik cobalah menggeser sedikit badan Anda atau berdiri sebentar lalu duduk kembali.
  • Berjalan-jalan cari udara segar atau mencari suasana baru, berbincang-bincang ringan dengan rekan kantor/ teman. Namun hal ini jangan dilakukan terlalu lama karena sudah dibuktikan malah menjadi terlena dan lalai.
  • Berdiri dan berjalan ke dapur (pantry) untuk membuat secangkir kopi, teh manis atau membuat minuman yang menyegarkan. Sesekali membuat minuman sendiri di kantor, tidak melulu menyuruh OB dan ternyata memiliki efek yang baik yakni ketika malas dan kantuk menyerang dengan melakukan aktifitas kecil berjalan kaki ke pantry dapat menambah semangat kita, apalagi jika dijalan bertemu dengan hal-hal yang menyenangkan atau bertemu orang yang dikagumi tentunya makin menyulutkan api semangat. Dan badan segar kembali, siap beraktifitas lagi secara optimal.
  • (Khusus bagi yang suka membaca) Disarankan untuk berpindah ruangan ketika posisi duduk dirasa sudah ‘panas’ atau jenuh. Misal, membaca di kamar tidur kadang godaan untuk berbaring lebih kuat daripada buku bacaan yang sudah siap disentuh maka akan lebih baik jika berpindah ke halaman depan atau ke taman kecil di rumah atau bisa juga membaca di ruang tamu.

Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdoa agar Allah senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas. Terlebih jika penyakit malah menggerogoti iman kita yang berakibat kita jadi malas beribadah, naudzubillah. Tips tersebut adalah kiat-kiat yang biasa saya lakukan jikalau rasa malas menyerang dan pekerjaan harus segera selesai. Dan perlu diingat juga bahwa tingkatan malas antara orang yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.  Karena malas itu penyakit jadi harus dilawan. Kita harus bisa memusuhi 5 huruf yang tersusun dari huruf M, A, L, A dan S.

Selamat tinggal malas. Ayoo semangat teman-teman. …

tulisanku di wadah lain (disini)

Memegang Jari Dapat Meredam Emosi

Setiap manusia dianugerahi perasaan senang, cinta, kasih sayang, benci, marah dan variasi perasaan lainnya yang pasti ada dalam diri seseorang. Semua orang pernah merasakan marah namun bagaimana mereka mengendalikan rasa marah itu? Saya yakin, cara mereka berbeda satu sama lain. Kalau saya pribadi, jika sedang marah atau ngambek lebih milih diam. Kalau marah lempar- lempar perabotan bisa-bisa gajian sebulan ludesss buat ganti yang baru. Hehehee..

Nah, disini saya akan mengulas trik- trik untuk mengendalikan emosi seseorang dengan memegang jari. Dan tentunya, lebih mujarab lagi jika yang mengenggam jari kita adalah orang yang kita sayangi, suit..suit. Ehem ..

Setelah membaca artikel dari sumber: ariellucky.wordpress.com saya tertarik untuk kembali menuliskannya dan membagikan ilmu baru ini kepada teman- teman semua.

Gerakan memegang jari adalah cara yang sangat mudah untuk mengendalikan  emosi. Emosi dan perasaan adalah saling terkait antara badan, pikiran dan jiwa kita. Di setiap jari kita ada saluran atau meridian aliran energi yang berhubungan dengan organ tubuh dan emosi yang bersangkutan. Perasaan yang sangat kuat atau luar biasa bisa menyumbat  atau menghambat aliran energi, yang mengakibatkan rasa sakit atau perasaan sesak di tubuh kita. Memegang jari sambil menarik napas dalam-dalam dapat mengurangi dan menyembuhkan ketegangan fisik dan emosi.

Gerakan memegang jari ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Waktu kita berada dalam keadaan yang sulit, merasa marah, tegang, takut atau menangis, jari bisa dipegang untuk membawa rasa damai, fokus  dan tenang sehingga kita bisa menhadapi keadaan dan membuat keputusan dengan tenang. Gerakan ini bisa juga dilakukan sebelum tidur untuk melepaskan persoalan yang dihadapi pada hari itu dan membawa lelap dalam tidurnya dan ketenangan yang dalam pada tubuh dan jiwa. Latihan ini dapat dikerjakan sendiri atau dengan satu orang lain.

Peganglah tiap jari, satu-persatu, dengan tangan yang lain selama 2 -5 menit. Anda bisa menggunakan tangan yang mana saja.  Tarik napas yang dalam,  rasakan  perasaan kuat atau perasaan yang mengganggu di dalam diri anda. Hembuskan napas secara perlahan  dan lepaskan. Bayangkan persaan-perasaan itu mengalir keluar dari ujung jari anda dan pergi bersama hembusan angin.

Hembuskan napas secara perlahan, lepaskan perasaan dan problem yang sudah berlalu.

Sering kali waktu jari dipegang, anda bisa merasakan rasa berdenyut ketika energi dan perasaan mengalir dan menjadi seimbang. Anda bisa memegang jari orang lain yang sedang marah atau kesal. Gerakan memegang jari ini sangat membantu untuk anak kecil yang menangis atau mengadat, atau bisa juga digunakan untuk orang yang merasa takut, senewen, sakit atau orang yang hampir meninggal. Jika teman atau pasangan hidup Anda sedang dalam kondisi kalut, tenangkan lah dengan genggaman tangan Anda dengan lembut.

Salam sayang .. ^^