Sajak Tentang Cinta

biker

Bismillah..

Puisi ini pernah ane posting di blog ane yang lama, entah kenapa, ane sukaaa sekali sama puisi ini. Mungkin karena nulisnya bener-bener mendalaminya. Jadiii.. ane posting lagi disini yaa. Semoga berkenan membacanya.

Ketika hatimu dilanda gundah gelisah
Ingatlah bahwa tidak disetiap hari itu indah
Laksana awan, cerah birunya dan mendung menghitam
Terpaut pula dalam hatimu yang terkadang suram

Untukmu belahan jiwaku
Yakinlah bahwa cinta ini untuk Rabb semata, Allah Tuhanku
Sungguh hati dan jiwa ini telah menyatu
Mencintaimu tanpa ambisi yang menggebu gebu

Jangan pernah lagi kau pertanyakan tentang rasa
Mampukan aku menerimamu apa adanya?
Siapalah diriku mengharapkan sebuah permata
Sedangkan diriku adalah pasir yang berwujud dimana-mana

Aku tak pernah mengharap cintamu yang berlimpah ruah, sayang
Namun, aku hanya ingin kau mengerti bagaimana menyentuh hatiku
Cinta yang mengalir untuk Allah yang tak pernah lekang
Tentu membawa kebaikan untuk cinta kita, cintaku dan cintamu

I Love U because Allah.

Advertisements

Baiti Jannati

Image

Baiti Jannati

Sebuah ruang berdinding ketenangan, berhiaskan pigura-pigura kesabaran dan untaian doa serta lantunan Al Quran yang senantiasa memagarinya.

[Tips] Menghilangkan Bau Setelah Memakan Durian

durian

Bismillah..

Siapa sih yang tidak kenal durian? Buah dengan kulit durinya yang tajam serta baunya yang khas menyengat hidung. Eitts.. jangan salah, buah yang satu ini ternyata banyak juga lo penggemarnya. Termasuk yang nulis. Hehe…

Suatu ketika, saya dan keluarga berkunjung ke rumah rekanan di daerah Jepara. Dan waw! disana kami disuguhi hidangan istimewa, yakni durian (Ya iyalah, lah wong bakul duren.. hehe). Bagi penggemar durian pastinya tidak menunggu lama untuk menyantapnya. Satu buah habis, belah satu lagi, habis lagi, belah lagi dan begitu seterusnya. Daaaaaaaaaaaan… tak bisa dipungkiri bau yang menyengat yang dihasilkan dari buah durian itu tetap setia menempel di mulut dan tangan kami.

Bukan dengan air biasa kami mencucinya, bukan pula dengan sabun dengan tingkat anti bakteri yang paling mutakhir untuk menghilangkannya. Lalu? Ternyata, menghilangkan bau durian itu sangat mudah dan sangat simple. Yakni dengan mencuci tangan dengan kulit duriannya. Nah loo.. bingung ya. Gini lo, bagian dalam kulit yang buah duriannya biasa ‘nangkring’, yang bentuknya cekung itu diisi dengan air matang. Kemudian aduk air matang tersebut dengan kedua tangan kita lalu minum airnya. Terbukti! Bau duriannya langsung kaburrrrrr. Gag percaya? Buktikan sendiri dan tentunya bagi-bagi yaa saat makan duren. *cengir*

NB: saya sendiri juga tidak tau persis kenapa kulit durian bisa menghilangkan bau durian. Kalau ada yang tau, silahkan share di kolom komentar. Tips ini diperoleh dari teman.

[INFO DAURAH] Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

daurohMereka mengajarkanku tentang hidup
Aku belajar dan terus akan belajar selama udara masih ku hirup
Bersahabat dengan alim dan berthalabul ‘ilmi
sebagai sepercik ungkapan bakti

Bismillah…

Alhamdulillah di bulan Desember minggu ketiga ini (16-12-12) diadakan kembali daurah yang diselenggarakan oleh Ma’had Tahfidzul Qur’an Al Manshurah Cilacap di Masjid Al Jihad Gumilir Cilacap dengan mengangkat tema “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak”. Tema tersebut akan dibawakan oleh Al Ustadz Ayip Syafrudin sebagai pengasuh pondok pesantren Darussalaf Solo.

Orang tua memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Dari orang tua lah anak itu menjadi Islam, nasrani, yahudi atau majusi. Kewajiban utama bagi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bukan masalah sarjana atau diploma, toh sekarang banyak yang sarjana tapi akhlaknya lebih mending tukang becak. Orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya hendaknya memberikan contoh yang baik untuk mereka sang buah hati. Tidak sekedar mengingatkan namun juga memberi contoh dalam perbuatan sehari-hari. Pendidikan akhlak pada diri seseorang tergantung bagaimana kondisi keluarganya. Di sisi lain tergantung pula pada perilaku orang-orang di dalam rumah yang kita huni.

Teman.. marilah kita hadiri bersama kajian yang sangat penting ini. Penting untuk masa depan anak-anak kita. Penting untuk memberikan pendidikan yang baik untuk buah hati. Penting untuk kita belajar menjadi orang tua yang baik, calon orang tua yang baik.

Semoga anak keturunan kita semua menjadi anak yang shalih dan sholihah. Aamiin.

Yukk ikutaaaaaaaaaaan,
salam
-tanti_

Belajar Bahasa Arab Yukk ….

Bismillah …

Mempelajari bahasa arab itu asik lo teman-teman. Rasanya nano-nano. Manis asam asin jadi satu. Dicampur dengan paduan deg-degan dan rasa takut dimarahi kalau salah sama ustadz/ustadzah. *pengalaman pribadi*

Kitab acuan yang saya pelajari dengan teman-teman yang diajar oleh Ustadzah Najah ini adalah kitab Durushul Lughah Jilid 1 ( Durushul Lughah ada 3 jilid). Alhamdulillah guru kami mengajarkan dengan asyik sehingga pelajaran mudah dicerna dan banyak tugas-tugas menulis yang membuat kami jadi terbiasa menulis arab. Maklum lah murid-muridnya special (ummahat dan akhowat dewasa, bukan anak-anak yang mudah mencerna pelajaran). Sebelum belajar dengan Ustadzah Najah, saya dan teman-teman belajar dengan Ummu Abdullah. Namun sayang, waktu belajar sama beliau saya kurang mengikuti karena kesibukan sebagai wanita kuli yang tidak bisa ditinggalkan.

Sebagai seorang pekerja memang sedikit banyak ada kendala untuk bisa rutin menghadiri pelajaran demi pelajaran bahasa arab ini. Dan sebagian besar rekan-rekan kerja belum faham betul mengenai dien ini. Bagi orang yang belum banyak menggali agama ini, banyak yang bertanya-tanya “buat apa si belajar bahasa arab?” atau malah ada yang bilang “mau jadi TKW apa kok belajar bahasa arab segala?”. Hmm.. jleb.. lumayan menusuk hati. Toh kalian atau anak-anak kalian mati-matian les atau kursus Bahasa Inggris juga saya gag protes kok. *sabar2*. Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing.

Dari sumber sumber wacana yang saya baca (http://al-atsariyyah.com) bahwa mempelajari ilmu bahasa arab memiliki 2 (dua) tujuan yakni:

  • Memahami Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman yang benar
  • Menjaga lidah agar tidak salah dalam mengucapkan kedua wahyu tersebut
    Berhubung kedua perkara di atas adalah wajib, maka hukum mempelajari bahasa arab juga wajib, tapi wajib kifayah, bukan wajib ain.
    Jadi, hukum mempelajari bahasa arab sama seperti hukum mempelajari ilmu-ilmu alat lainnya, yaitu fardhu kifayah. Karenanya jika di suatu daerah ilmu-ilmu alat seperti ini dibutuhkan maka wajib atas penduduk daerah tersebut -secara umum- untuk mempelajari ilmu tersebut. Tapi jika sudah ada sebagian dari penduduk daerah tersebut yang mempelajarinya maka gugurlah kewajiban dari yang lainnya.
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata, “Sudah dimaklumi bersama bahwa hukum mempelajari dan mengajarkan bahasa Arab adalah fardhu kifayah.” (Majmu’ Al-Fatawa: 32/252)
    Dan di tempat yang lain beliau berkata, “Ditambah lagi, bahasa Arab itu sendiri merupakan bagian dari agama sehingga mengetahui bahasa Arab adalah wajib. Karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah adalah wajib, sementara keduanya tidak mungkin bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Dan sesuatu yang kewajiban tidak sempurna terlaksana kecuali dengannya maka sesuatu itu juga wajib.” Mirip dengannya diutarakan oleh Ar-Razi dalam Al-Mahshul (1/275).

Artikel di atas adalah artikel yang saya copy-paste dari website tetangga. Nah, teman-teman semua sudah tau kan kalau belajar bahasa arab itu bertujuan agar mempermudah kita memahami Al Quran dan As Sunnah.

Mari belajar bahasa arab. Belajar bahasa arab itu asik lo… *senyum*. Bagi ikhwan yang berada di sekitar Cilacap, bisa menghubungi ustadz-ustadz di Al Manshurah. Cekidottt..

salam
-tanti-

Durushul Lughah Jilid 1(Fotocopy-an)

Durushul Lughah Jilid 1
(Fotocopy-an)

Durushul Lughah Jilid 1(Fotocopy-an)

Durushul Lughah Jilid 1
(Fotocopy-an)