Hadiah, Menumbuhkan Rasa Cinta


Bismillah…

Teman-teman… kali ini saya mau bercerita tentang hadiah-hadiah yang pernah aku terima dari orang-orang yang aku sayangi. Bukannya maunya cuma menerima saja tanpa mau memberi. Bukankah setiap pemberian yang kita berikan ke oranglain itu harus dilupakan? Hal ini untuk menghindari perbuatan mengungkit-ngungkit pemberian. Alhamdulillah sebelum Idul Fitri 1433 H kemarin dapat oleh-oleh dari teman seruangan saya. Teman saya ini habis berkunjung dari negara tetangga yakni ke Seoul, Korea Selatan. Hadiah yang diberikannya semuanya bermanfaat bagi saya, potongan kuku, tatakan gelas, pembatas buku dan tas kantong kecil. Senang sekali rasanya dapat perhatian dari si Mbak Cantik ini. Ini hanya contoh kecil dari banyaknya hadiah yang ada. Jazakillahu khair semuanya.

pembatas buku dari korea

oleh-oleh dari korea ni

Hadiah memang diperbolehkan dalam Islam. Terlebih hadiah mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan kita sebagai warga yang bermasyarakat. Hadiah bisa menumbuhkan rasa cinta, mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kasih sayang diantara sesama manusia dan banyak pengaruh-pengaruh lainnya. Hadiah bisa juga diartikan sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian terhadap orang yang kita sayangi. Hadiah sebagai bukti rasa cinta dan penghormatan terhadap orang lain. Iya kan? Coba kita lihat di kehidupan kita sendiri, saat bepergian kita ingin membelikan buah tangan untuk orang-orang yang nempel di memori kita. Artinya, bila kita menerima hadiah dari orang lain berarti kita diingat oleh si pemberi. Dannn jangan lupa bilang, Jazakillahu khair yaa ketika menerima hadiah dari orang lain.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam dalam sabdanya :
“Hendaknya kalian saling memberi hadiah,niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad dan Shahihul Jami’ Ash Shaghir [158])

Nah, orang yang menjadi teladan kita dalam segala lini kehidupan saja memerintahkan kita untuk saling memberi hadiah. Saat kita menerima kebaikan, hendaknya dibalas dengan kebaikan yang semisalnya.

HUKUM MEMBERI HADIAH.

Hukum asal memberi hadiah adalah boleh selama tidak ada penghalang dalam syariat. Menjadi sunnah ketika hadiah itu untuk mewujudkan perdamaian usai adanya permusuhan, untuk menciptakan rasa saling sayang dan cinta antar sesama dan untuk membalas pemberian oranglain. Berubah pula hukumnya menjadi haram ketika hadiah diberikan untuk sesuatu yang melanggar syariat dan untuk tujuan yang haram, dalam hal ini suap termasuk di dalamnya.

HUKUM MENERIMA HADIAH.

Menerima hadiah menurut pendapat yang kuat hukumnya adalah wajib, selama hadiah yang diberikan tidak melanggar syariat dan bukan sesuatu yang haram dan selama tidak ada alasan menurut syariat untuk menolaknya. Kewajiban ini sebagaimana perintah Rasulullah, dari Abdullah bin Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda yang artinya : “Penuhilah undangan, janganlah kalian menolak hadiah dan janganlah pula kalian memukul kaum muslimin.” [HR Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani v].

Hadiah yang diberikan untuk tujuan yang haram maka jelaslah keharamannya. Misal, kita memberikan hadiah kepada pengusaha dengan harapan dia bisa dapat tender atau anaknya bisa dipekerjakan ke dalam perusahaannya, memberi hadiah supaya urusan tagihan dimudahkan dan segala macam bentuk suap dari yang terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Semoga mereka-mereka yang terlalaikan dengan hal ini segera mengingat Allah, segera ingat bahwa Allah tidak pernah tidur, Allah Maha Melihat setiap jeli kehidupan baik yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi.

Memberikan hadiah sangatlah dianjurkan untuk menciptakan suasana ‘hangat’ antar sesama, menumbuhkan rasa saling sayang dan cinta kasih. Menambah hubungan baik sesama teman. Nah, teman-teman… jangan lagi merasa gengsi memberi hadiah kepada suami/istri kita. Hal ini akan menjaga rasa cinta diantara dua insan dalam bahtera rumah tangga. Memberi hadiah kepada sesama manusia sangat dianjurkan oleh Rasulullah apalagi hadiah untuk suami/istri yang kita sayangi. Tentu efek sampingnya lebih terasa. *senyum*

kue kering dari ruang kerja sebelah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s