Lebih Cantik Dengan Hijab


Muslimah Tangguh

Bismillah …

Minggu Wage, 02 September 2012. Seperti biasa, di desa kecil kami yakni di desa Karangkandri (Cilacap) setiap hari ada pasar-pasar tertentu sesuai dengan harinya. Seperti pasar pahing tepat di hari pahing dalam kalender jawa, pasar kliwon di hari kliwon dalam kalender jawa dan begitu seterusnya untuk hari-hari lainnya. Kebetulan hari minggu kemarin bertepatan dengan hari wage dalam kalender jawa. Nah, pasar wage ini adalah salah satu pasar yang paling ramai jika dibandingkan dengan pasar-pasar di hari jawa lainnya.

Setelah selesai berkeliling mencari bahan makanan dan sayur mayur, saya dan juga ibu ingin membeli jajanan pasar. Proses pilih sana pilih sini pun dimulai. Tentu kami akan lebih memilih jajanan pasar yang higienis. Higienis adalah hal yang sangat sulit ditemukan ketika kita singgah di pasar-pasar tradisional. Higienis disini setidaknya jajanan pasar tersebut ditutup dengan daun, plastik, kertas minyak dan semisalnya. Alhasil, penjual yang menutup dagangannya dengan daun, plastik, kertas minyak dan semisalnya lebih banyak diminati oleh pembeli. Lain halnya dengan penjual yang membiarkan jajanannya dibiarkan begitu saja. Bukan diminati pembeli namun diminati oleh lalat-lalat.

Fenomena “jajanan pasar” tersebut menggugah inspirasiku untuk menuliskan tentang hijab. Berhijab sebagai bentuk tanggung jawab diri setiap perempuan untuk melindungi dirinya sendiri. Seorang muslimah seharusnya bersyukur atas turunnya perintah tentang wajibnya menutup aurat. Bukankah hal ini lebih memuliakanmu? Islam begitu memuliakan perempuan. Namun, realitanya perempuan itu sendiri lah yang menghinakan dirinya. Renungkan sejenak tentang jajanan pasar di atas. Jajanan yang tidak ditutupi itu banyak dikerubuti lalat-lalat, mudah terkena kotoran debu-debu dan sebagainya.

Seluruh semesta di alam raya ini pun berhijab. Dimana fungsi hijab tersebut adalah untuk melindunginya. Sedikit contoh, (1) bumi berhijab dengan atmosfer yang berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet dan dari benda-benda luar angkasa yang jatuh ke bumi, (2) mata manusia memiliki kelopak, bulu mata dan alis yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu secara langsung yang otomatis akan berkedip ketika ada gangguan pada mata, (3) rumah yang kita tempati memiliki atap dan dinding untuk melindungi penghuninya dari teriknya matahari, dinginnya malam dan air hujan, (4) air mineral pun akan lebih higienis jika tutupnya masih tersegel, (5) burung memiliki bulu-bulu yang dapat melindungi dirinya dan menghangatkan tubuh. Dan tentu masih banyak lagi contoh-contoh lainnya yang tidak mungkin dapat diuraikan disini.

Begitupula halnya dengan perempuan. Perempuan adalah makhluk yang lembut dan mulia yang seharusnya kita sebagai perempuan berusaha sekuat mungkin untuk melindungi aset yang kita miliki. Jika satu helai rambut perempuan terlihat oleh mata orang lain dihitung sebagai dosa, maka berapa banyak dosa yang kita ciptakan sendiri dengan mempertontonkan keindahan rambut kita di hadapan selain mahram? *For thinking*

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Dan para perempuan seyogyanya mengenakan hijabnya dengan baik. Percuma saja jika ia memakai jilbab namun lekuk tubuhnya masih terlihat sana-sini. Memakai celana ketat dan kaos yang terlihat lipatan tubuhnya. Ayolah saudariku, kita belajar bersama-sama menggapai ridho Allah. Kenakanlah hijabmu dengan “baik”. Perempuan itu adalah aurat dan jika mereka keluar maka syaitan akan menghiasinya. Syaitan tidak akan pernah lelah mengganggu manusia sampai manusia tersebut jatuh dalam kemaksiatan.

Banyaknya tren-tren jilbab “gaul” di sekitar kita, tidak sedikit muslimah yang terjebak di dalamnya. Diantara kita pernah mendengar ucapan bahwa perempuan itu lemah. Benar sekali. Perempuan itu lemah akal dan agamanya. Lemah akal karena perempuan lebih mengedepankan hati daripada logikanya, tidak jarang perempuan-perempuan yang mudah goyah dan mudah terpengaruh. Dikatakan lemah agama karena setiap bulannya perempuan absen menunaikan ibadah wajib. Nah, tahukah teman-teman semua dibalik lemahnya perempuan? Perempuan itu lemah namun juga dapat melemahkan laki-laki. Buktinya, banyak laki-laki terjatuh hanya karena wanita. Dan menunjuk sabda Nabi perihal fitnah terbesar bagi kaum adam yakni wanita. WANITA. Jadi, ulurkan jilbabmu. Jangan malu memakai jilbab besar, jangan malu dikatakan kuper. Toh, kita sedang berusaha mengaplikasikan sunnah Rasul. Jika kalian mampu, kenakan cadarmu karena menurut saya aurat terbesar seorang perempuan adalah pada wajahnya. Hal ini lebih aman bagi kita sebagai perempuan dan hal ini tidak merendahkanmu sedikitpun serta agar kita mudah dikenali.

“Do not accept if seal is broken”. Jika kita membeli minuman akan tertera tulisan seperti itu. Yang artinya, Jangan diterima bila segel telah rusak. Pembeli tentu akan lebih memilih minuman kemasan yang masih tertutup segel. Beralasan karena lebih higienis dan terjamin kebersihannya. Seorang laki-laki yang baik juga akan memilih perempuan yang baik untuk menemani hidupnya sepanjang usia. Apalagi hal ini sangat prinsip, dimana semua orang pasti ingin menjalani pernikahan hanya sekali dalam hidupnya. Salah satu kriteria baik adalah dengan melihat tampilan luarnya. Jika tersegel (tertutup aurat) maka lebih mudah untuk mengenalinya. Sudah banyak pengakuan ke saya kalau mereka (saudara laki-laki saya, teman laki-laki saya dan laki-laki lain yang beragama Islam) lebih memilih perempuan berjilbab sebagai istri. *senyum*

Ayo berhijab … SEMANGAT

salam,
-tanti-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s