Serba Serbi Lebaran, Idul Fitri 1433 H


Bismillah …

Alhamdulillah hari kemenangan akan segera hadir di hadapan kita. Sedih karena kita juga akan berpisah dengan Ramadhan, bulan dimana kita selama satu bulan penuh diwajibkan untuk berpuasa dan banyaknya janji pahala dari Allah di bulan Ramadhan. Sudahkah kita melewatkan dengan rangkaian ibadah ataukah kita melewatkannya dengan sia-sia? Silahkan teman-teman untuk merenungkannya.

Nuansa lebaran, toko-toko baju kian ramai dikunjungi

I’ed atau lebaran adalah hari berbahagia dan bersuka cita bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Banyak orang ‘menjadi’ sibuk menyambut datangnya hari penuh suka cita. Para wanita sibuk membuat kue guna menyambut saudara yang berkunjung ke rumah, sibuk membersihkan dan merapikan rumah, tak lupa pula sibuk berbelanja baju baru untuk anak-anaknya. Bapak-bapaknya pun sampai ikut terjun membantu sang istri di rumah. Para pekerja dan penuntut ilmu di perantauan pun tak lepas dari merayakan hari I’ed baik silaturrahmi dengan telepon maupun dengan pesan singkat di layar monitor hp, hubungan buruk sebelum lebaran pun membaik dengan bersalam-salaman dan saling memaafkan. Mudik atau pulang kampung menjadi tradisi yang dirindukan oleh kaum muslimin yang ingin merayakan kemenangan di kampung halaman. Di tengah kesibukan dan kebahagiaan terkadang mengantarkan mereka pada lalai akan makna Idul Fitri itu sendiri, lalai mempersiapkan apa yang harus mereka kerjakan di hari I’ed.

Apa saja kah yang harus kita kerjakan sebelum berjalan menuju lapangan (masjid) untuk melaksanakan sholat I’ed?

Pertama. Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat ke lapangan (masjid). Disunnahkan untuk bersuci agar tidak menimbulkan bau badan yang tidak sedap dan tidak menganggu orang-orang di sekeliling kita. Ini berdasarkan atsar dari Ali bin Abi Thalib yang ditanya perihal mandi, maka beliau menjawab : “Mandi (seyogyanya dilakukan) pada hari Jumat, hari arafah (wuquf), hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri.” [HR.Asy-Syafi’i dalam Al-Musnad (114), dan Al- Baihaqy (5919)]

Kedua. Memakai pakaian bagus dan berhias dengannya. Pakaian bagus tidak selalu baru. Jika tidak berkemampuan membeli baju baru maka cukuplah berbenah lemari pakaian mengambil baju yang masih bagus dan rapi. Toh, baju baru bukanlah suatu kewajiban untuk merayakan I’ed, bahkan kita dilarang untuk berboros-boros dalam menyambut kedatangan I’ed.

Ketiga. Dianjurkan untuk makan sebelum berangkat ke lapangan (masjid). Sebelum berangkat ke lapangan dianjurkan untuk makan (diutamakan kurma) sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahi ‘alaihi wa salam pada hari idul fitri. Adapun ketika Idul adha maka tidak dianjurkan makan sebelum sholat I’ed.

Keempat. Dianjurkan untuk bertakbir menuju lapangan.

Keempat hal di atas sering dilewatkan oleh kaum muslimin. Dan masih banyak lagi teladan Rasulullah perihal Idul Fitri.

Lebaran mempunyai makna tersendiri bagi tiap-tiap orang. Ada sebagian yang merayakannya secara berlebihan, berboros-boros dalam membelanjakan harta bahkan menghalalkan segala cara untuk mencari uang “lebaran”. Seperti yang sering kita dengar dengan semakin maraknya pencurian, perampokan dan tindak kriminal lainnya. Padahal lebaran tidak selalu seputar tentang uang dan “uang saku”, makanan enak dengan terhidangnya kue-kue khas lebaran, baju baru dan berkumpulnya keluarga besar. Ada pula yang mengkhususkan bersedekah pada hari lebaran, padahal bersedekah tidak mengenal waktu.

Berbelanja di saat lebaran memang tidaklah dilarang. Orang-orang berbondong-bondong meramaikan pusat-pusat perbelanjaan. Boleh memang. Asalkan tidak lalai akan sholat ketika sudah memasuki waktunya. Terlalu asik berbelanja bisa melalaikan seseorang akan kewajibannya untuk menunaikan sholat lima waktu, bahkan ada yang sengaja mengqashar sholat hanya untuk khusyuk berbelanja. Wal’iyadzubillah. Hendaknya kaum muslimin di seluruh penjuru dunia yang akan merayakan lebaran tidaklah menghambur-hamburkan uang dengan sia-sia. Ingatlah bahwa di luar sana masih banyak orang yang kebingungan menyiapkan santapan untuk menyambut lebaran. Jangankan ketupat, makanan untuk berbuka puasa belum tentu ada.

Mari kita merayakan hari kemenangan dengan hati yang bersih, suci dan menjadi motivasi kita untuk lebih dan lebih lagi dalam memperbaiki diri, memperbaiki ibadah dan memperbaiki hubungan baik dengan Allah Ta’ala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s