Buanglah Cemburu Pada Tempatnya


 

Bismillah …

Rasa cemburu itu pada dasarnya adalah perasaan tidak suka pada orang yang dekat dengan pasangan kita atau pernah dekat, bisa juga diartikan dengan perasaan tidak suka karena pasangan kita lebih memperhatikan oranglain daripada suami/istrinya sendiri. Rasa cemburu berujung pada rasa sakit hati dan berakhir dengan derai untaian air mata.

Ironisnya, kadang cemburu hadir tidak pada tempatnya dan dalam porsi cemburu yang berlebihan hingga menyebabkan datangnya murka Allah. Naudzubillahi min dzalik. Hampir setiap cemburu itu diiringi dengan kecurigaan dan was-was. Dimana semua rasa itu datangnya dari setan. Akankah kita mengikuti hawa nafsu setan?

Ketika rasa cemburu itu datang segeralah menyebut asma Allah dan ucapkanlah, A’udzubillahiminasysyaithonirrajim yang artinya: aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Jika cemburu tak kunjung hilang basuhlah wajah kita dengan air wudhu dan banyak-banyaklah mengingat Allah. Kenapa harus dengan mengingat Allah? Karena kalau kita terus mengikuti cemburu yang mendera hati bukannya ketenangan yang diraih tapi malah kegalauan yang semakin memuncak. Dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang.

Tak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia yang memiliki kelembutan hati dan terlebih wanita yang hati dan perasaannya sangat peka pastilah memiliki perasaan cemburu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan sikap kita menghadapinya adalah dengan kesabaran yang indah tiada batas.

Saya sendiri sering merasa cemburu kepada perempuan yang dekat atau pernah dekat dengan orang yang saya ‘kagumi’. Terlebih jika objek sasaran memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Lebih cantik, lebih pintar, punya pekerjaan yang baik dan masih banyak lagi. Alhamdulillah, saya bergaul dengan orang-orang yang berilmu yang dengan senang hati memberi untaian nasihat dan mengingatkanku dalam kebaikan sehingga rasa cemburu itu bisa dibuang pada tempatnya. Saya tidak lagi mencemburui mereka hanya karena lebih cantik, lebih pintar, punya pekerjaan yang baik. Karena setiap orang itu memiliki latar belakang kehidupan tersendiri. Saya sendiri juga memiliki masa lalu yang tidak kalah kelam dan saya sadari bahwa semua rasa cinta yang berlandaskan nafsu akan hilang dengan hidayah ilmu. Toh, kelebihan yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain. Hehe.. percantiklah diri kita dengan ibadah di atas ilmu dan bimbingan Rasulullah. InsyaaAllah kecantikan hati itu lebih tahan lama dan lebih memberi ketenangan dibanding kecantikan fisik. Bodohnya saya, cemburu itu datang hanya karena curiga yang tidak beralasan padahal orang yang saya ‘kagumi’ itu tidak pernah berbuat seperti yang saya pikirkan. Nah kan.. rugi kita. Sudah cemburu itu tidak baik ditambah dengan dosa bersu’udzon dengan orang lain. Astaghfirullah

Teman-teman.. berhati-hatilah dengan cemburu, jangan sampai karena mengikuti rasa cemburu yang datangnya dari setan menyebabkanmu mendapat murka Allah. Jangan hanya karena curiga dan mengembangkan pemikiran negatif kita menjadikanmu berlebihan dalam mengekspresikan cemburu yang berujung pada terkikisnya cinta kasih pasangan kita terhadap kita. Jika kita menghadapinya dengan ilmu dan sabar, insyaaAllah pasangan kita pun akan semakin rindu akan kehadiran kita.

Mari buanglah cemburu pada tempatnya. *senyum*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s