Di Rumah (17 Agustus – 26 Agustus 2012) adalah Waktu Paling Menyenangkan

Bismillah …

Libur kerja yang diberikan perusahaan telah usai. Libur dimulai tanggal 17 Agustus sampai dengan tanggal 26 Agustus 2012, terbilang cukup lama liburnya namun bagiku libur terasa hanya permisi lewat. Saya terlalu asyik dengan kegiatan di rumah hingga waktu terasa begitu cepat bagiku. Kesibukan membantu ibu memunculkan gejolak rindu akan ‘Baiti Jannati’. Dengan kata lain semakin malas berangkat kerja. Saya memang tidak berbakat menjadi wanita karier (ini adalah kalimat halus dari seringnya berangkat kesiangan, sering ijin, sering tidak nurut sama perintah atasan dll..hihi). Cita-cita saya sejak pertama kali mengenal ngaji yaaa… jadi ibu rumah tangga, jadi istri penyejuk hati suami dan menjadi madrasah pertama bagi anak-anakku kelak. Aamiin.

Selama masih terkungkung dalam kebodohan saya seperti kalian-kalian ini wahai hamba hawa yang banyak terkontaminasi dengan gaya hidup kebarat-baratan yakni ingin mengejar karir, bekerja di sebuah perusahaan bergengsi dan semacamnya. Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri hingga akhirnya saya tersibukkan dengan berthalabul ‘ilmi meski sampai saat ini saya belum bisa berpisah dengan tempat kerjaku. Insyaa Allah jika sang pangeran sudah menjemputku melangkah ke pelaminan saya pasti akan segera hijrah menjadi istri penunggu rumah. Kapan yaaa?? Heheee…

“dan tinggallah kalian para wanita di rumah-rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”. (QS.Al-Ahzab:33).
Cukuplah ayat diatas sebagai motivasiku untuk tinggal di rumah. Terlebih iming-iming pahala berlimpah untuk istri yang tinggal di rumah, mengurus rumah, menaati suami dalam kebaikan, mengurus anak, membimbing, dan mendidik anak serta melihat setiap gerak langkah perkembangan sang buah hati dan masih banyak hal yang bernilai pahala bagi seorang istri.
Memang tidak ada larangan untuk keluar rumah bagi seorang perempuan. Perempuan boleh saja keluar rumah jika ada kebutuhan yang mendesak namun disamping itu juga harus memperhatikan adab-adab keluar rumah. Diantara adab-adab tersebut adalah mengenakan hijabnya dengan baik dengan tidak memperlihatkan bentuk tubuh, tidak berhias, tidak memakai parfum dan wewangian. Akan lebih baik lagi jika keluar rumah disertai dengan mahramnya.
Cuti bersama dan libur kerja dalam rangka memperingati hari raya Idul Fitri 1433 H kemarin membuat hatiku berbunga. Selain liburnya yang cukup panjang, saya juga bisa mempersiapkan serba-serbi lebaran yang serba-serbi. Nah lo. Disamping itu saya bisa menikmati indahnya menjadi anak rumahan. Kerjaan rumah beres tanpa ada komando dari atasan, capek tinggal istirahat selonjoran pun tidak ada yang protes, ngantuk tinggal tidur tanpa ada yang marah-marah, bermain dan bercanda dengan ponakan, pergi kesana kemari tanpa dibatasi jam kerja dan masih banyak lagi. Lain dengan di kantor, badan capek pun harus di paksa tidak capek, ngantuk dibawa ngopi, padahal efek kopi tidaklah seberapa bagiku. Yah, mungkin karena hatiku sudah terpikat di rumah bukan di kantor lagi.
Eittt..satu lagiii. Saya dapat ilmu baru. Mau tahu? Sssttt..saya dapat rahasia tips berdagang yang jitu langsung dari sumbernya yakni dari ibu saya sendiri. Hehe.. Tidak neko-neko dan ribet. Rahasianya adalah panjatan doa pada Allah dengan berkesinambungan dan tidak patah harapan disertai dengan keuletan dan ketelatenan. Modal utama seorang pedagang adalah telaten dan sabar menghadapi pembeli atau calon pembeli.
Sriping Pisang

Sriping pisang adalah produk andalan ibu. Ikon utama dagangan ibu.

Dan…
Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan di rumah lainnya. Kegiatan dapur misalnya. Wahh.. kalau kerja mah masuk dapurnya tidak bisa berlama-lama. Padahal di dapur itu asik lo. Bisa cobain menu-menu baru dan menu yang aneh-aneh. Praktek resep-resep yang nemu di internet tentunya.
Teman-teman…
Berbahagialah kalian yang bisa menghabiskan waktu di rumah tanpa berikhtilat dengan lawan jenis. Janganlah malu jadi ibu rumah tangga karena menjadi seorang ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia lagi berpahala. Jangan pula mengeluh capek mengerjakan pekerjaan rumah, jangan pula berkeluh kesah dengan kenakalan nan lucu buah hati kita. Berbahagia lah dan lapangkanlah hatimu. Jadilah istri penyejuk hati suami dan jadilah madrasah pertama bagi anak-anakmu. *Nasihat untuk diri sendiri*.
salam
-tanti-
Advertisements

Serba Serbi Lebaran, Idul Fitri 1433 H

Bismillah …

Alhamdulillah hari kemenangan akan segera hadir di hadapan kita. Sedih karena kita juga akan berpisah dengan Ramadhan, bulan dimana kita selama satu bulan penuh diwajibkan untuk berpuasa dan banyaknya janji pahala dari Allah di bulan Ramadhan. Sudahkah kita melewatkan dengan rangkaian ibadah ataukah kita melewatkannya dengan sia-sia? Silahkan teman-teman untuk merenungkannya.

Nuansa lebaran, toko-toko baju kian ramai dikunjungi

I’ed atau lebaran adalah hari berbahagia dan bersuka cita bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Banyak orang ‘menjadi’ sibuk menyambut datangnya hari penuh suka cita. Para wanita sibuk membuat kue guna menyambut saudara yang berkunjung ke rumah, sibuk membersihkan dan merapikan rumah, tak lupa pula sibuk berbelanja baju baru untuk anak-anaknya. Bapak-bapaknya pun sampai ikut terjun membantu sang istri di rumah. Para pekerja dan penuntut ilmu di perantauan pun tak lepas dari merayakan hari I’ed baik silaturrahmi dengan telepon maupun dengan pesan singkat di layar monitor hp, hubungan buruk sebelum lebaran pun membaik dengan bersalam-salaman dan saling memaafkan. Mudik atau pulang kampung menjadi tradisi yang dirindukan oleh kaum muslimin yang ingin merayakan kemenangan di kampung halaman. Di tengah kesibukan dan kebahagiaan terkadang mengantarkan mereka pada lalai akan makna Idul Fitri itu sendiri, lalai mempersiapkan apa yang harus mereka kerjakan di hari I’ed.

Apa saja kah yang harus kita kerjakan sebelum berjalan menuju lapangan (masjid) untuk melaksanakan sholat I’ed?

Pertama. Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat ke lapangan (masjid). Disunnahkan untuk bersuci agar tidak menimbulkan bau badan yang tidak sedap dan tidak menganggu orang-orang di sekeliling kita. Ini berdasarkan atsar dari Ali bin Abi Thalib yang ditanya perihal mandi, maka beliau menjawab : “Mandi (seyogyanya dilakukan) pada hari Jumat, hari arafah (wuquf), hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri.” [HR.Asy-Syafi’i dalam Al-Musnad (114), dan Al- Baihaqy (5919)]

Kedua. Memakai pakaian bagus dan berhias dengannya. Pakaian bagus tidak selalu baru. Jika tidak berkemampuan membeli baju baru maka cukuplah berbenah lemari pakaian mengambil baju yang masih bagus dan rapi. Toh, baju baru bukanlah suatu kewajiban untuk merayakan I’ed, bahkan kita dilarang untuk berboros-boros dalam menyambut kedatangan I’ed.

Ketiga. Dianjurkan untuk makan sebelum berangkat ke lapangan (masjid). Sebelum berangkat ke lapangan dianjurkan untuk makan (diutamakan kurma) sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahi ‘alaihi wa salam pada hari idul fitri. Adapun ketika Idul adha maka tidak dianjurkan makan sebelum sholat I’ed.

Keempat. Dianjurkan untuk bertakbir menuju lapangan.

Keempat hal di atas sering dilewatkan oleh kaum muslimin. Dan masih banyak lagi teladan Rasulullah perihal Idul Fitri.

Lebaran mempunyai makna tersendiri bagi tiap-tiap orang. Ada sebagian yang merayakannya secara berlebihan, berboros-boros dalam membelanjakan harta bahkan menghalalkan segala cara untuk mencari uang “lebaran”. Seperti yang sering kita dengar dengan semakin maraknya pencurian, perampokan dan tindak kriminal lainnya. Padahal lebaran tidak selalu seputar tentang uang dan “uang saku”, makanan enak dengan terhidangnya kue-kue khas lebaran, baju baru dan berkumpulnya keluarga besar. Ada pula yang mengkhususkan bersedekah pada hari lebaran, padahal bersedekah tidak mengenal waktu.

Berbelanja di saat lebaran memang tidaklah dilarang. Orang-orang berbondong-bondong meramaikan pusat-pusat perbelanjaan. Boleh memang. Asalkan tidak lalai akan sholat ketika sudah memasuki waktunya. Terlalu asik berbelanja bisa melalaikan seseorang akan kewajibannya untuk menunaikan sholat lima waktu, bahkan ada yang sengaja mengqashar sholat hanya untuk khusyuk berbelanja. Wal’iyadzubillah. Hendaknya kaum muslimin di seluruh penjuru dunia yang akan merayakan lebaran tidaklah menghambur-hamburkan uang dengan sia-sia. Ingatlah bahwa di luar sana masih banyak orang yang kebingungan menyiapkan santapan untuk menyambut lebaran. Jangankan ketupat, makanan untuk berbuka puasa belum tentu ada.

Mari kita merayakan hari kemenangan dengan hati yang bersih, suci dan menjadi motivasi kita untuk lebih dan lebih lagi dalam memperbaiki diri, memperbaiki ibadah dan memperbaiki hubungan baik dengan Allah Ta’ala.

Janganlah Agama Itu Dijadikan Bahan Olok-Olokan

Bismillah ..

Ngelus dada dulu sebelum nulis, soalnya nulis sambil manyun nih. Sabarrr.. daripada marah-marah ke orang nggak jelas dan kurang ilmu mending saya marah-marah disini. Ups.. maksud saya curhat disini. *senyum*

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (At Taubah 9 : 65-66)

Tahukah Anda sebab turunnya ayat ini?

Dahulu ada sekelompok manusia yang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam perang Tabuk. Di dalam suatu majelis mereka mengatakan,

“Kita tidak pernah melihat seperti para pembaca Al Qur’an kita ini yang paling dusta lisannya, paling buncit perutnya, paling penakut ketika bertemu musuh”,

Yang mereka maksudkan dengan ucapan mereka itu adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Pada waktu itu di antara mereka ada seorang dari kalangan sahabat, maka sahabat ini pun marah dengan ucapan mereka ini. Dia pun pergi dan melaporkan apa yang terjadi kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sebelum dia sampai kepada Rasulullah, wahyu telah turun mendahuluinya.

Maka datanglah kaum tersebut kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk meminta maaf. Berdirilah salah seorang dari mereka dan bergantungan di tali pelana onta Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam keadaan beliau mengendarainya, orang tersebut mengatakan,

“Wahai Rasulullah sesungguhnya kami hanya berbincang-bincang untuk menghilangkan rasa penat dalam perjalanan, kami tidak memaksudkan untuk memperolok-olok, kami hanya bersenda gurau,”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak menoleh sedikit pun kepadanya dan beliau hanya membacakan ayat tadi.

Kalau ada yang mengatakan, “Ini kan cuma bercanda, orangnya kan mungkin tidak punya niat untuk mencela atau merendahkan. Cuma guyon saja kok..”

Maka kita katakan bahwa kasusnya sama saja dengan kisah Perang Tabuk yang telah kita sampaikan di atas. Orang yang mengolok-olok Rasulullah dan para sahabat tadi juga mengemukakan alasan yang serupa,

“Kami hanya bersenda gurau dan bermain-main.”

Oleh karena itu saudaraku seiman, hendaknya kita jaga lisan dan sikap kita dari menjadikan perkara agama, atau simbol-simbol agama sebagai bahan candaan dan olok-olok.

Apakah tidak ada bahan candaan lain sehingga perkara yang semestinya kita agungkan dan kita sakralkan ini pun kita jadikan bahan olok-olok?

(sumber: rizkytulus.wordpress.com)

Perkara agama dijadikan bahan olok-olokan kini semakin menjadi hal yang biasa. Parahnya lagi, yang menjadikan agama sebagai bahan candaan dan olok-olokan adalah orang Islam itu sendiri. Naudzubillah. Itulah salah satu nikmat ilmu sebagai pelindung kita dari hal-hal yang dianggap kecil namun berakibat fatal.

Seperti yang sering kita saksikan di kalangan masyarakat bahwa perempuan yang memakai cadar sering diejekin “ninja..ninja atau bahkan kuntilanak” dan lelaki yang berjenggot dengan memakai celana di atas mata kaki diejekin dengan “si jenggot atau aliran katok cungklang (celana di atas mata kaki) bahkan ada yang memanggilnya embek (suara kambing)”. Naudzubillah.. perkara ini adalah penghinaan besar terhadap sunnah Nabi. Sedihnya lagi, yang melakukan perkara tersebut adalah orang Islam yang melakukan sholat dan mereka tidak merasa berdosa sama sekali. Ingatlah bahwa pakaian yang baik di mata masyarakat belum tentu baik di mata Allah. Seharusnya mereka patut berbangga dan berusaha meniru mereka yang telah mampu mengamalkan ajaran Nabinya. Bukan malah mengolok-olok dan mengejeknya.

Teman-teman, tahukah kalian bahwa perkara di atas adalah termasuk bentuk ISTIHZA’ yakni berolok-olok dalam perkara agama yang dilarang keras di dalam Islam bahkan ditakutkan pelakunya bisa murtad, keluar dari Islam.

Mengapa bisa menyebabkan pelakunya murtad?

Seperti yang dijelaskan oleh Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, bahwa “Sesungguhnya berolok-olok dengan Allah, ayat-ayatNya dan rasul-Nya mengeluarkan seseorang dari agama karena pondasi agama ini dibangun di atas pengagungan terhadap Allah, pengagungan terhadap agama dan Rasul-RasulNya. Maka berolok-olok dengan perkara tersebut menafikan pondasi agama dan benar-benar membatalkannya.” (Tafsir As Sa’di, At Taubah: 65-66).

Mari kawan-kawan kita filter lagi bahan candaan kita. Carilah bahan gurauan dengan tidak membawa agama dan sunnah Nabi. Bagi akhwat yang sedang belajar mengenakan hijab dan cadar seperti saya ini jangan menyerah, tak usah hiraukan omongan dan olokan dari tetangga dan kerabat. Menggenggam bara api itu memang butuh perjuangan dan kegigihan, tetaplah berpegang teguh dengan agama dan ajaran Islam.

Dan bagi ikhwan yang berjenggot dan celana ngatung, tetaplah istiqomah di atas sunnah. Jangan gontai akan terpaan badai lidah yang pahit.

-tanti-

Manfaat Menyisir Rambut

Jari-jari sisir jarang dan ujungnya bulat lebih memberikan efek menenangkan bagi kulit kepala.
sumber gambar: gambargratis.com

Bismillah,,,

Rambut adalah mahkota bagi kaum hawa. Rambut merupakan salah satu nikmat Allah dari sekian banyak nikmat yang tak terhitung dimana fungsi rambut sangatlah berperan dalam penampilan seseorang. Bagi teman-teman muslimah yang berhijab tentunya hal ini juga sangat berperan dalam berpenampilan di depan suami. ^_^

Cuaca yang panas menyebabkan rambut berkeringat yang memperburuk kondisi rambut, belum lagi kotoran yang menumpuk di kulit kepala. Gatal, risih, berketombe dan rambut rontok. Berbagai keluhanpun mulai terucap oleh bibir kita. Salah satu cara membersihkan rambut yakni dengan sering-sering keramas/ mencuci rambut namun bila terlalu sering mencuci rambut tidak menutup kemungkinan rambut menjadi kaku.

Perawatan selanjutnya adalah dengan memberikan kondisioner dan hair tonik supaya rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir. Nah, teman-teman pasti sudah akrab dengan aktivitas sisir-menyisir rambut to? Ternyata selain merapikan rambut, menyisir rambut juga memiliki banyak kelebihan lo. Yuk kita intip bareng-bareng kelebihannya. Menurut Dr. Ade Kurniawan di Radio Dakwah Al Manshurah Cilacap tgl 29 Juli 2012 pukul 07.30, bersisir tidak hanya membuat rambut terlihat lebih rapi namun juga dapat melancarkan peredaran darah di kulit kepala. Jika peredaran darah di kulit kepala lancar, otomatis secara tidak langsung keluhan-keluhan seperti pusing/sakit kepala, keluhan pada mata, telinga dan kepala belakang dapat diminimalisir. Lancarnya peredaran darah di kulit kepala ini dapat mengurangi kerontokan rambut. Nah kan, sudah rambut menjadi rapi, cantik, sehat pula. Mau kan? Ayo mulai sekarang, sempatkan waktu di tengah-tengah kesibukan bermain dengan anak-anak untuk menyisir rambut. Biasanya ibu-ibu yang masih memiliki anak usia balita sangat malas untuk menyisir rambut karena alasan badan sudah letih. Hihi…

Sedikit tambahan untuk tips menyisir rambut yang saya intip dari kaskus :

  • Ada baiknya sebelum bersisir guna hair tonic, selain memberi nutrisi bagi rambut, keharuman hair tonic juga dapat merilekskan kepala kita.
  • Gunakan sisir plastik atau kayu dengan gigi yang agak jarang dan ujung gigi sisir berbentuk bulat.
  • Gerakkan sisir dari depan ke belakang kepala, dimulai dari area tengah kepala (diatas jidat) sampai bagain belakang kepala (ditengah tengkuk). Tekan perlahan saat menggerakkan sisir.
  • Bersisirlah sampai semua permukaan kulit dibawah rambut terkena sisir. Dari bagian tengah, sisiran bisa dilanjutkan ke samping kanan kiri.
  • Setelah selesai, lakukan gerakan sebaliknya, dari arah belakang ke depan. Ingat, dengan tekanan yang sedang.
  • Disarankan untuk bersisir minimal dua kali sehari, yaitu pada saat pagi hari dan malam hari saat sebelum tidur. Dengan rajin bersisir, maka kita akan terhindar dari resiko pusing2 dan gejala yang disebutkan tadi.

Salam menyisir rambut teman-teman. Cantik dan sehat.

Buanglah Cemburu Pada Tempatnya

 

Bismillah …

Rasa cemburu itu pada dasarnya adalah perasaan tidak suka pada orang yang dekat dengan pasangan kita atau pernah dekat, bisa juga diartikan dengan perasaan tidak suka karena pasangan kita lebih memperhatikan oranglain daripada suami/istrinya sendiri. Rasa cemburu berujung pada rasa sakit hati dan berakhir dengan derai untaian air mata.

Ironisnya, kadang cemburu hadir tidak pada tempatnya dan dalam porsi cemburu yang berlebihan hingga menyebabkan datangnya murka Allah. Naudzubillahi min dzalik. Hampir setiap cemburu itu diiringi dengan kecurigaan dan was-was. Dimana semua rasa itu datangnya dari setan. Akankah kita mengikuti hawa nafsu setan?

Ketika rasa cemburu itu datang segeralah menyebut asma Allah dan ucapkanlah, A’udzubillahiminasysyaithonirrajim yang artinya: aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Jika cemburu tak kunjung hilang basuhlah wajah kita dengan air wudhu dan banyak-banyaklah mengingat Allah. Kenapa harus dengan mengingat Allah? Karena kalau kita terus mengikuti cemburu yang mendera hati bukannya ketenangan yang diraih tapi malah kegalauan yang semakin memuncak. Dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang.

Tak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia yang memiliki kelembutan hati dan terlebih wanita yang hati dan perasaannya sangat peka pastilah memiliki perasaan cemburu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan sikap kita menghadapinya adalah dengan kesabaran yang indah tiada batas.

Saya sendiri sering merasa cemburu kepada perempuan yang dekat atau pernah dekat dengan orang yang saya ‘kagumi’. Terlebih jika objek sasaran memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Lebih cantik, lebih pintar, punya pekerjaan yang baik dan masih banyak lagi. Alhamdulillah, saya bergaul dengan orang-orang yang berilmu yang dengan senang hati memberi untaian nasihat dan mengingatkanku dalam kebaikan sehingga rasa cemburu itu bisa dibuang pada tempatnya. Saya tidak lagi mencemburui mereka hanya karena lebih cantik, lebih pintar, punya pekerjaan yang baik. Karena setiap orang itu memiliki latar belakang kehidupan tersendiri. Saya sendiri juga memiliki masa lalu yang tidak kalah kelam dan saya sadari bahwa semua rasa cinta yang berlandaskan nafsu akan hilang dengan hidayah ilmu. Toh, kelebihan yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain. Hehe.. percantiklah diri kita dengan ibadah di atas ilmu dan bimbingan Rasulullah. InsyaaAllah kecantikan hati itu lebih tahan lama dan lebih memberi ketenangan dibanding kecantikan fisik. Bodohnya saya, cemburu itu datang hanya karena curiga yang tidak beralasan padahal orang yang saya ‘kagumi’ itu tidak pernah berbuat seperti yang saya pikirkan. Nah kan.. rugi kita. Sudah cemburu itu tidak baik ditambah dengan dosa bersu’udzon dengan orang lain. Astaghfirullah

Teman-teman.. berhati-hatilah dengan cemburu, jangan sampai karena mengikuti rasa cemburu yang datangnya dari setan menyebabkanmu mendapat murka Allah. Jangan hanya karena curiga dan mengembangkan pemikiran negatif kita menjadikanmu berlebihan dalam mengekspresikan cemburu yang berujung pada terkikisnya cinta kasih pasangan kita terhadap kita. Jika kita menghadapinya dengan ilmu dan sabar, insyaaAllah pasangan kita pun akan semakin rindu akan kehadiran kita.

Mari buanglah cemburu pada tempatnya. *senyum*

Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah

Oleh : al-Ustadz Abul Harits Kholiiful Hadi hafizhohullah

al-Qur'anUlama berbeda pendapat dalam masalah ini, yaitu :

Pendapat pertama : Jumhur ulama berpendapat harom hukumnya membaca al-Qur’an, berdasarkan hadits:

1.Hadits Ibnu Umar :

لَا يَقْرَأُ الْجُنُبُ وَالْحَائِضُ شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ

Artinya : “(Tidak boleh) bagi seorang yang junub dan wanita haid, membaca Al-Qur’an sedikitpun”

2.Hadits Ali yang diriwayatkan oleh semua pemilik kitab sunan, yaitu :

View original post 1,065 more words