Ramadhan Tahun Ini Lebih Nikmat Tanpa Televisi


Gambar

Bismillah..

Alhamdulillah betapa senangnya hati ini bisa menikmati bulan Ramadhan lagi. Bulan yang selalu dirindukan kedatangannya oleh kaum muslimin di dunia. Rintik hujan turut menyambut kedatangannya, meskipun jua diiringi dengan terpaan angin yang begitu dahsyat hingga merobohkan sedikit tiang belakang rumah. Alhamdulillah hanya sedikit.

Sahur dan berbuka puasa adalah waktu dimana kita dibolehkan makan dan minum serta kegiatan lainnya yang ketika siang hari tidak bisa kita lakukan. Makanlah dengan cukup dan tidak berlebihan serta tidak rakus. Saya sendiri sudah membuktikannya. Ketika hidayah ilmu Allah belum jua masuk ke sanubari, saya sering ketika makan sahur memakan dengan lahapnya walaupun terasa kenyang masih saja ngemil bahkan minum susu sampai fajar tiba. Alhasil tetap saja siang harinya lapar bahkan lemes dan males bangun tidur. Hehe.. percuma kan makan banyak? Sudah banyak terbukti bahwa kekenyangan itu bawaannya tidur dan malas-malasan. Makanlah secukupnya dan hindari minum teh atau kopi karena dengan meminum teh dan kopi justru akan menjadikan kita haus di waktu siangnya. Percaya deh .. percaya aja deh kan itu dari sumber yang dapat dipercaya. Hihi .. *maksa*

Sahur di hari pertama puasa terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah tahun ini tidak ada kotak ajaib yakni Televisi. Loh kok bisa dinamakan kotak ajaib? Yaa..memang ajaib karena kotak persegi sekecil itu bisa merusak akhlak bahkan aqidah seseorang. Banyaknya kemaksiatan sebagai bahan tontonan sehari-hari, perempuan-perempuan telanjang menghiasi layar televisi dan hebatnya lagi bisa mengkarbit manusia lo. Tuh kan bukan hanya buah-buahan yang bisa dikarbit tapi manusia juga bisa dikarbit. Seringnya menonton televisi menjadikan anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunya. Astaghfirullah *sambil ngelus dada*. Buang jauh-jauh kotak maksiat itu sebelum kita semakin terjatuh dan terjatuh. Untuk pertama kalinya di rumah saya tidak ada televisi satupun. Awalnya saya sudah mencoba membujuk bapak ibu untuk membuang televisi di ruang tengah keluarga kami tapi tapi.. tau sendiri kan teman-teman, jalan menuju surga itu tak senikmat jalan menuju neraka. Alhamdulillah doa saya dikabulkan oleh Allah, televisi rusak dan biaya reparasinya sangat tinggi. Akhirnya, bye bye Televisi. *Maaf ya bapak ibu, bukannya saya tidak mau membelikan tapi ini demi kebaikan bersama*.

Kini kenikmatan bulan Ramadhan semakin bertambah dengan hati yang tentram tanpa suara bising televisi. Sahur yang biasanya ditemana gelak tawa para pelawak di televisi kini lebih indah ditemani dengan murotal dari RDAM. Sembari menunggu waktu fajar bisa dimanfaatkan dengan membaca Al Quran atau dengan muroja’ah hafalan Al Quran. Alhamdulillah bapak ibu juga sudah bisa menerima keadaan tanpa televisi. Lalu bagaimana kita bisa tahu tentang berita-berita yang terjadi di sekitar kita? Saya sarankan untuk menjadi pendengar yang baik. Setel Radio yang sedang memutar berita dan informasi. Buktinya kalau di Televisi tuh kebanyakan sinetron bukan berita.🙂

Sudah mau dhuhur teman-teman… sudah dulu yaaa, ceritanya dilanjut besok lagiii.

Doa berbuka puasa yang shahih:

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah”

Artinya : “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s