Menyambut Ramadhan 1433H, Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan Dalam Pandangan Sunnah


Bismillah..

Kaifa haluki ya akhwati fillah? Semoga teman-teman muslim dan muslimah seluruhnya selalu dalam lindungan Allah Ta’ala. Aamiin. Salah satu nikmat Allah yang paling besar adalah nikmat sehat dan waktu luang. Dengan tubuh yang sehat kita dapat beraktivitas dengan baik dan penuh semangat. Adanya waktu luang dapat kita manfaatkan dengan muroja’ah hafalan Al Quran maupun menambah ilmu agama dengan mendengarkan rekaman kajian maupun buku-buku yang kiranya dapat menambah keimanan kita. Waktu bergulir begitu cepat, seperti hembusan angin yang hanya berlalu mengibaskan semak-semak dedaunan. Alhamdulillah, Insyaa Allahu Ta’ala kita akan segera berjumpa dengan bulan yang telah lama dirindukan, Ramadhan.

Banyaknya pesan singkat yang bertemakan maaf-maafan semakin marak menjelang Ramadhan. Hal ini menggelitik nurani saya untuk mencari tahu adakah perintah Allah untuk bermaaf-maafan. Adakah tuntunan dalam syariah untuk meminta maaf kepada kerabat dan teman sebelum memasuki bulan yang suci ini?

Dalam majalah Asy Syariah edisi 079 bab tanya jawab ringkas disebutkan sebagai berikut:

* Apakah boleh meminta maaf kepada saudara-saudara muslim sebelum memasuki Ramadhan? Sebagaimana saat ini marak sekali, baik melalui SMS maupun media lainnya.
+6285367XXXXXX

**Apabila mengkhususkannya, tidak ada contoh dalam sunnah. Fenomena yang sedang berkembang disebabkan adanya sebagian mubaligh yang salah menerjemahkan hadits mengenai doa Jibril q yang diaminkan oleh Rasulullah n. Waffaqakumullah.
al-Ustadz Muhammad Afifuddin

*Apakah sahih hadits, “Menjelang Ramadhan, Jibril pernah berdoa, ‘Ya Allah, abaikan puasa umat Muhammad apabila sebelum masuk Ramadhan tidak memohon maaf kepada orang tua, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya,’ lalu Rasulullah n mengamininya sampai tiga kali?” Jazakumullah khairan.
+6281230XXXXXX

**Terjadi kesalahan dalam menerjemahkan hadits. Yang benar adalah, “Celaka seseorang yang menjumpai Ramadhan dan keluar darinya dalam keadaan dosanya belum terampuni.” Zadakumullahu ‘ilma.
al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Nah, sudah jelas kan teman-teman bahwa meminta maaf sebelum memasuki bulan Ramadhan itu tidak ada syariatnya dan telah dinyatakan oleh Al Ustadz Affiduddin bahwa hadist yang beredar di kalangan masyarakat itu salah dalam menerjemahkannya. Jadi, marilah kita menyambut Ramadhan kita ini dengan cara dan niat yang baik. Jangan mengotori bulan yang suci ini dengan perkara-perkara yang sia-sia bahkan perkara yang diharamkan oleh Allah.

Menyambut Ramadhan itu bukan hanya membeli bahan-bahan makanan sebagai bekal sahur dan buka puasa, namun kesempatan bagi kaum muslimin untuk meningkatkan ibadah kepada Allah Ta’ala. Mari sambut Ramadhan dengan membersihkan hati dari sampah-sampah hati yang kian membelenggu, menyejukkan jiwa yang tandus, menyiapkan kebugaran jasmani agar bisa menikmati Ramadhan hingga akhir. Semangattt menyambut Ramadhan.

Dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallâhu ‘anhu riwayat Al-Bukhâry dan Muslim, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak seorang hamba pun yang berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali, karena (amalannya pada) hari itu, Allah akan menjauh­kan wajahnya dari neraka (sejauh perjalanan) selama tujuh puluh tahun.”

Salam Sayang.

-tanti-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s