Muhasabah Akhir Tahun


Tahun 2011 akan segera berakhir. Orang-orang baik yang sudah usia lanjut, orang tua, dewasa, remaja ABG bahkan anak-anak pra remaja kerap merayakan malam tahun baru dengan beraneka ragam acara. Ada yang sekedar membakar jagung di pelataran rumah bersama keluarga, bakar-bakar ikan dengan teman yang tak jarang disertai dengan minuman keras, berkeliling kota dengan mengeraskan suara kendaraan dan berteriak-teriak dan masih banyak lagi. Tragisnya, mereka sudah terbiasa dengan hal itu. Tahun baru kerap diwarnai dengan pesta minuman keras, pesta seks oleh pasangan yang belum menikah, naudzubillahi min dzalik.

Tak jarang dalam acara perayaan tahun baru itu kita jumpai saudara kita sesama muslim, berkerudung atau celana mengatung. Betapa mirisnya mata ini memandang fenomena jaman yang makin mengasingkan syariat.

Tahun baru merupakan pergantian masa dari tahun sebelumnya menuju tahun berikutnya. Hakikatnya pada tahun baru itulah jatah hidup kita di dunia berkurang. Bukan kah setiap waktu jatah hidup kita berkurang meskipun dalam hitungan detik? Bagi kaum yang berpikir, sudah seharusnya memanfaatkan setiap waktu untuk memperbaiki segala tindak tanduk, tingkah laku dan bermuhasabah diri akan kesalahan dan kekhilafan.

Saya memilih judul “Muhasabah Akhir Tahun” karena pada momen ini biasanya orang-orang baru mengingat akan kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuat. Bermuhasabah atau instropeksi diri hendaknya dilakukan setiap hari, setiap saat dalam kehidupan kita. Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa bermuhasabah tidak hanya dilakukan ketika pergantian tahun. Memang lebih baik memanfaatkan momen tahun baru sebagai momen untuk memperbaiki diri daripada untuk hal-hal yang tidak berguna dan cenderung menuju kemaksiatan.

Setiap diri manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Untuk itulah, kita harus senantiasa bermuhasabah, instropeksi diri guna memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik dan rabbani. Setiap waktu, setiap saat kita harus senantiasa mengingat dosa-dosa yang telah kita lakukan. Jika kita sudah menyadarinya, tentulah tidak berdiam diri menyesali perbuatan yang telah kita lakukan namun kita sebisa mungkin untuk tidak mengulanginya lagi dan bersegera bertaubat.

Selama tahun 2011 ini ibadah apa yang telah kita lakukan? Sudahkah kita menjalankan perintah Allah dan RasulNya? Sudahkah kita beribadah sesuai tuntunan syariat? Sudahkah kita berlemah lembut terhadap ibu bapak? Itulah sekelumit tentang bermuhasabah. Memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, memperbaiki sikap kepada orang tua, memperbaiki hubungan baik dengan kerabat, memperbaiki pergaulan dengan sesama serta menambah khazanah ilmu-ilmu islam.

InsyaaAllah dalam hitungan hari kita akan berjumpa dengan tahun 2012. Ingat, isu kiamat 2012 jangan dipercaya. Kiamat adalah rahasia Allah dan hanya DIA lah yang maha mengetahui. Alhamdulillah Allah mengijinkan saya untuk mengais nafas sehingga mampu menorehkan tinta untuk mengajak teman-teman memaknai tahun baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s