Belajar dari Sang Burung


“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki seekor burung. Dia pergi dengan perut kosong lalu kembali dengan perut kenyang.” (HR Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani Radhiyallahu’anhu)

Dari hadist pembuka di atas Rasulullah mengingatkan kembali kepada kita mengenai sebuah fakta yang kadang terlupakan oleh indera kita. Seekor burung yang lemah, hanya bermodalkan paruh dan cakarnya, pergi mengais rezeki pun tidak akan luput dari rezeki dariNya.

Allah telah menjamin rezeki setiap makhlukNya, tidak ada satu pun binatang atau makhluk hidup lainnya di muka bumi ini melainkan Allah lah yang telah memberinya rezeki. Allah telah mengingatkan kita pada sebuah ayat yang mulia ini:

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).(QS: Huud:6)

Ayat tersebut hendaknya ditanamkan dalam diri kita dan senantiasa mengingat bahwa Allah telah menjamin kelangsungan rezeki kita hingga hembusan nafas yang terakhir. Allah telah menggariskan rezekimu sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit-langit dan bumi. Allah juga telah mengukuhkannya sebelum kita menghirup nafas di bumi ini. Jadi, teman-temanku sesama muslim disaat kita merasa susah mencari penghidupan dunia, janganlah kita patah arang. Teruslah berusaha, jangan salah seorang dari kita merasa berputus asa dari rahmat Allah.

Tidak berputus asa yakni dengan tetap mencari rezeki yang halal dan diperbolehkan syariat. Ingatlah bahwa rezeki yang haram itu tidak akan menambah rezeki yang telah ditetapkan bagi kita dan jika kita mencari dengan cara yang halal pun tidak akan mengurangi jatah rezeki yang telah Allah jaminkan. Rasulullah suatu hari memberikan wejangan :

“Sesungguhnya seorang dari kalian tidak akan meninggal dunia hingga sempurna rezekinya. Maka janganlah kalian merasa lambat rezeki. Dan bertakwalah kalian wahai manusia dan berlaku baiklah dalam mencari penghasilan, ambillah apa yang halal dan tinggalkanlah yang haram.” (HR Al Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah).

Saudaraku sesama muslim, satu hal yang perlu kita ingat bahwa jika kita menginginkan rezeki dari Allah janganlah kita hanya berdiam diri dan berpangku tangan. Lihatlah kembali kepada si burung, dia tidak lantas berdiam diri di sarangnya untuk menanti rezeki dari Allah. Namun, ia keluar dari sarangnya, terbang kian kemari untuk mengais rezeki Allah di muka bumi. Mengais rezeki dengan kegigihannya, mengeluarkan segala energinya dengan mengaiskan paruh dan cakar yang dimiliki. Demikianlah sunatullah. Allah tidak akan menurunkan rezeki dari langit begitu saja meskipun Dia mampu melakukannya. Allah menginginkan kita untuk berusaha, menempuh sebab untuk kemudian memetik hasil jerih payah kita. Bumi Allah begitu luas yang disediakan oleh Allah untuk diambil rezekinya.

Tidak usah khawatir wahai saudaraku sesama muslim atas sedikitnya harta yang kau miliki. Syukurilah yang sedikit karena dengan begitu engkau dapat menikmati lezatnya keimanan.

Salam sayang ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s