“ILMU”

Dari Masruq Rahimahullah,

“Cukuplah seseorang dikatakan berilmu jika ilmu tersebut membuahkan rasa takut kepada Allah. Sebaliknya, cukuplah seseorang dianggap bodoh tatkala membanggakan diri dengan ilmunya”.

Advertisements

Memanfaatkan “Menunggu”

Menunggu adalah salah satu hal yang sangat membosankan. Bahkan tak jarang dari kita mengalami stress jika menunggu terlalu lama. Sebab dalam masa menunggu tersebut bercampur perasaan yang tak karuan, ada perasaan was was, khawatir, berpikiran negatif kerap kali tumbuh dalam alam pikiran kita. Terlebih jika orang yang ditunggu tak kunjung datang.

Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia yakni nikmat sehat dan waktu luang. Nah, menunggu disini dapat dikategorikan sebagai waktu luang. Apakah kita akan melewatinya dengan sia-sia? Ahh .. semoga tidak, sungguh kasihan jika iya.

Jika kita sedang menunggu kedatangan teman maka MANFAATKANLAH!! Misal, teman kita sudah janji mau datang ke rumah jam sekian dan ternyata jarum jam telah menunjukkan waktu yang dimaksud tapi teman kita tak kunjung datang. Detik telah berganti menit, menit berganti jam namun teman kita tak jua menampakkan batang hidupnya. Apa yang kita rasakan? Sebal? Jangan dulu, pasti yang pertama muncul adalah perasaan khawatir, takut terjadi sesuatu di perjalanan dan perasaan negatif lainnya. Nah, daripada kita terus mengikuti perasaan yang kemungkinan benarnya hanya 0,00001 % lebih baik kita menggunakan waktu menunggu itu dengan hal hal yang bermanfaat. Jika kau gemar membaca maka bacalah sesuatu yang ada di hadapanmu, jika kau gemar menulis maka tulislah sesuatu, jika tidak kau bisa menggunakan waktumu untuk beres beres kamar, membantu pekerjaan ringan di rumah dan masih banyak hal lainnya. Jika kita melakukan suatu kegiatan maka waktu akan terasa lebih cepat berputar. Percaya lah, saya sudah membuktikannya, sekarang giliran Anda.

Lalu, bagaimana jika menunggu pangeran datang menjemput kita ke kursi pelaminan? Hemm .. jangan khawatir, setiap orang sudah ditentukan jodohnya masing masing oleh Allah ta’ala, tinggal menunggu waktunya saja. Sembari menunggu pangeran yang diimpikan datang menjemput, saya mohon STOP MENGKHAYAL karena dengan khayalan khayalan konyol tentang pendamping hidup membuat pikiran kita menjadi kotor dan parahnya lagi menjadikan kita malas beribadah, naudzubillahi min dzalik. Sekali lagi MANFAATKANLAH! Sembari menunggu kepastian itu datang, kita sebagai kaum muslim hendaknya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kita dapat melakukannya dengan berbagai kegiatan, membaca buku- buku islam, menambah hafalan maupun mempertahankan hafalan, menuntut ilmu yang haq, memperbaiki atau memperbanyak ibadah dan segala bentuk penghambaan kepada Allah Ta’ala guna mendekatkan diri kepada-Nya. Sebagai seorang wanita bisa memanfaatkannya dengan belajar memasak, belajar berkreatifitas seperti menjahit, menyulam, membuat kerajinan kain flanel dan lainnya.

Siapa bilang menunggu itu membosankan? Menunggu itu asik jika dimanfaatkan dengan hal- hal positif terlebih jika diisi dengan kegiatan ibadah.

Salam sayang …. ^^

Tips Melawan Rasa Malas

Setiap hari kita melakukan rutinitas yang hampir sama setiap harinya. Bekerja di kantor, melakukan pekerjaan di rumah yang itu- itu saja. Bosan, jenuh tak jarang kita alami. Itu adalah hal yang wajar selama tidak melampaui batas. Bosan dan kejenuhan akan menjadi bumbu tersendiri ketika kita berkesinambungan dalam bekerja, terus menerus melakukan kegiatan ini itu. Rekreasi bagi sebagian orang adalah alternatif untuk menghilangkan kebosanan, namun bagaimana dengan yang isi dompet maupun saldo ATM ‘ngepas’ ..seperti saya ini …heheee… Ya paling ujung-ujungnya berlari ke bacaan.

Bukan hanya bosan dan jenuh yang dialami, musuh terbesar manusia adalah rasa malas. Malas hanya terdiri dari 5 (lima) huruf saja, namun 5 huruf itu sangatlah sakti sampai-sampai kita kewalahan membasminya. Bahkan, sangat sulit dihindari atau malah diikuti kemalasan itu dengan berleha-leha saja, melamun atau melakukan aktifitas yang membuang waktu sia-sia. Padahal tugas-tugas dari atasan masih berserakan di meja kerja, tugas kuliah masih belum disentuh sama sekali, rumah berantakan seperti kapal pecah. Hanya 5 (lima) huruf tapi jika dituruti malah akan semakin menumpuk pekerjaannya.

Malas sebenarnya datang dari diri sendiri untuk mensugesti diri supaya bermalas-malasan, menunda-nunda pekerjaan, “Ahh,, nanti saja atau “nanti dulu” yang berujung pada pekerjaan yang menumpuk numpuk dan kita pun akan keteteran mengerjakannya. Dampaknya, kita sendiri yang kena dan rugi waktu juga.

Malas bisa kita hindari ketika ia datang dan menyerang kemauan dan semangat kita. Di bawah ini ada beberapa tips untuk melawan rasa malas itu :

  • Membasuh muka ketika kantuk menyerang. Ini menyerang seseorang yang bekerja di depan komputer dalam jangka waktu lama, tak dapat dipungkiri ketika tengah asyik mengetik atau mengedit tulisan sana sini tiba tiba rasa kantuk menyerang. Rasa kantuk yang tak tertahankan terlebih saat itu pekerjaan sedang nanggung-nanggungnya dan harus selesai saat itu juga maka membasuh muka menjadi alternatif untuk  menghilangkan rasa kantuk tersebut, setidaknya dengan berjalan ke belakang sudah sedikit mengurangi rasa kantuk tersebut.
  • Mengubah posisi duduk. Ketika sedang membaca, ubahlah posisi duduk Anda namun disarankan tidak berubah posisi menjadi berbaring, bukan malas yang hilang malah jadi tertidur pulas. Ketika sedang mengetik cobalah menggeser sedikit badan Anda atau berdiri sebentar lalu duduk kembali.
  • Berjalan-jalan cari udara segar atau mencari suasana baru, berbincang-bincang ringan dengan rekan kantor/ teman. Namun hal ini jangan dilakukan terlalu lama karena sudah dibuktikan malah menjadi terlena dan lalai.
  • Berdiri dan berjalan ke dapur (pantry) untuk membuat secangkir kopi, teh manis atau membuat minuman yang menyegarkan. Sesekali membuat minuman sendiri di kantor, tidak melulu menyuruh OB dan ternyata memiliki efek yang baik yakni ketika malas dan kantuk menyerang dengan melakukan aktifitas kecil berjalan kaki ke pantry dapat menambah semangat kita, apalagi jika dijalan bertemu dengan hal-hal yang menyenangkan atau bertemu orang yang dikagumi tentunya makin menyulutkan api semangat. Dan badan segar kembali, siap beraktifitas lagi secara optimal.
  • (Khusus bagi yang suka membaca) Disarankan untuk berpindah ruangan ketika posisi duduk dirasa sudah ‘panas’ atau jenuh. Misal, membaca di kamar tidur kadang godaan untuk berbaring lebih kuat daripada buku bacaan yang sudah siap disentuh maka akan lebih baik jika berpindah ke halaman depan atau ke taman kecil di rumah atau bisa juga membaca di ruang tamu.

Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdoa agar Allah senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas. Terlebih jika penyakit malah menggerogoti iman kita yang berakibat kita jadi malas beribadah, naudzubillah. Tips tersebut adalah kiat-kiat yang biasa saya lakukan jikalau rasa malas menyerang dan pekerjaan harus segera selesai. Dan perlu diingat juga bahwa tingkatan malas antara orang yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.  Karena malas itu penyakit jadi harus dilawan. Kita harus bisa memusuhi 5 huruf yang tersusun dari huruf M, A, L, A dan S.

Selamat tinggal malas. Ayoo semangat teman-teman. …

tulisanku di wadah lain (disini)