Wahai Wanita, Belajarlah untuk Qana’ah


Bismillah ..

*teruntuk istri istri dan calon istri yang dikhawatirkan nusyuznya*

 

Jika kita dikaruniai rezeki yang banyak maka bersyukurlah karena dengan hartamu engkau bisa memberi bantuan terhadap sesamamu, beramal, bersedekah dan berzakat. Bagaimana jika kita dititipi rezeki yang sedikit? Ekonomi pas- pasan dan serba kekurangan? Tetaplah bersyukur, bersyukurlah dengan yang sedikit. Jika kita miskin maka semakin sedikit harta yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak.

Bukan kah rezeki itu bukan hanya berkisar pada harta? Masih berkesempatan bangun pagi, udara yang kita hirup, kesehatan, organ tubuh, istri dan anak- anak pun adalah rezeki dari Allah. Dan tentunya masih sangat banyak rezeki yang Allah berikan untuk kita yang tidak dapat diuraikan disini karena banyaknya nikmat dan rezeki dari Allah.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya”

Hadist di atas menunjukkan keutamaan seorang muslim yang memiliki sifat qanaa’ah karena dengannya ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, meskipun harta yang dimilikinya sedikit.

Qanaa’ah sendiri dapat diartikan sebagai sifat merasa ridha dan merasa cukup atas pembagian rizki yang Allah berikan. Arti “ridha kepada Allah sebagai Rabb” adalah ridha kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan dan pilihan-Nya, serta kepada apa yang diberikan dan yang tidak diberikan-Nya.

Sedangkan yang dimaksud dengan rizki dalam hadits ini adalah rizki yang diperoleh dengan usaha yang halal, karena itulah yang dipuji dalam Islam.

Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati)” – HSR al-Bukhari (no. 6081) dan Muslim (no. 120).

Hiasilah hatimu dengan sifat qanaa’ah. Dengannya hati dan jiwa kita menjadi tentram. Kebahagiaan itu dekat, ada di setiap hati yang bersyukur.

Hendaknya bila suami akan berangkat kerja, sang istri senantiasa mengingatkannya dengan lembut dan menyejukkan, seperti:

Sungguh, aku sanggup bersabar terhadap rasa lapar namun aku tak sanggup bersabar terhadap siksa neraka karena memakan harta yang haram.

Mengapa hal ini ditujukan untuk para istri dan calon istri? Karena, Rasulullah melihat penghuni neraka sebagian besar adalah kaum wanita dan hal ini disebabkan wanita itu sering melalaikan kebaikan suaminya. Dewasa ini, tak jarang wanita hanya berbaik hati pada suami tatkala suaminya memiliki banyak harta. Naudzubillahi min dzalik. Bukankah, wanita yang baik adalah yang paling sedikit maharnya dan istri yang baik itu adalah istri yang paling sedikit pengeluarannya. Wallahu’alam.

Lalu, bagaimana dengan saya? Semoga bisa menjadi yang baik baik, jaga suami baik baik, berbakti pada orang tua dan mertua baik baik, mendidik anak baik baik, mencari ilmu baik baik. Susah? Tidak. Tergantung kemauan kita. Kita lihat saja nanti… wekekkkke…

 

Salam sayang.

Cilacap, 29 Oktober 2010

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s