Berbagai Amalan di hari Jumat


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~Bismillah~

Apa kabar sahabat muslim muslimah semuanya? Semoga semuanya senantiasa dalam lindungan Allah Ta’ala. Aamiin. Dalam kesempatan kali ini berhubung bertepatan dengan hari Jumat maka saya akan mengulas tentang amalan- amalan istimewa di hari Jumat yang penuh berkah yang bisa dimanfaatkan oleh setiap muslim sebagai tabungan pahala baginya di hari kiamat yang hanya bermanfaat amalan.

Berikut amalan- amalan ringan namun berat timbangannya yang dapat kita lakukan, yakni :

PERTAMA —>> Terlarang mengkhususkan malam Jumat dengan shalat dan siang harinya dengan berpuasa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Janganlah mengkhususkan malam Jumat dengan shalat tertentu dan janganlah mengkhususkan hari Jumat dengan berpuasa kecuali jika berpapasan dengan puasa yang mesti dikerjakan ketika itu.”

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalam hadist ini menunjukkan dalil yang tegas dari pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah dan yang sependapat dengan mereka mengenai dimakruhkannya mengerjakan puasa secara bersendirian di hari Jumat. Hal ini dikecualikan jika puasa tersebut adalah puasa yang berpapasan dengan kebiasaannya seperti misalnya berpapasan dengan puasa Daud, puasa Arafah, puasa nadzar atau puasa sunnah lainnya. Maka pengecualian ini tidak mengapa jika bertepatan dengan hari Jumat.

KEDUA —>> Ketika shalat Shubuh di hari Jumat dianjurkan membaca Surat As Sajdah dan Surat Al Ihsan.

Sebagaimana terdapat dalam hadist Abu Hurairah, beliau berkata :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jumat surat As Sajdah pada rakaat pertama dan surat Al Insan pada rakaat kedua.”

KETIGA —>> Memperbanyak shalawat Nabi di hari Jumat.

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”

KEEMPAT —>> Dianjurkan membaca surat Al Kahfi.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua Jumat.”

Juga dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya dari tempat ia berdiri hingga Mekkah. Barangsiapa membaca 10 ayat terakhirnya, kemudian keluar Dajjal, maka ia tidak akan dikuasai. Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia ucapkan : Subhanakallahumma wa bi hamdika laa ilaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik (Maha suci Engkau Ya Allah, segala pujian untukMU, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku senantiasa memohon ampun dan bertaubat kepadaMU), maka akan dicatat baginya dikertas dan dicetak sehingga tidak akan luntur hingga hari kiamat.”

Dari hadist di atas menunjukkan dianjurkannya membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat baik di waktu siang maupun malam harinya.

KELIMA —>> Memperbanyak doa di hari Jumat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda :

“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seseorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadist ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

*Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jumat, berdasarkan hadist :

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jumat selesai.”

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

*Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadist :

“Dalam 12 jam hari Jumat ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar.”

Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini lebih mahsyur di kalangan para ulama.

*Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun di akhir-akhir hari Jumat. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Tirmidzi dan Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

*Pendapat keempat, yaitu juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh- sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan.”

Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doa di hari Jumat tidak terpaut pada waktu tertentu.

~Salam Jumat Semangat~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s