Jika ingin sukses, sakitilah dirimu!


Februari 2011, saya memutuskan untuk mengambil langkah baru dalam hidupku. Kuliah. Bagiku dan keluargaku, kuliah adalah “sesuatu” yang mewah dan wah. Bagaimana tidak, bisa makan dan berpakaian saja sudah alhamdulillah. Kakakku kuliah dengan mengandalkan beasiswa dan bekerja paruh waktu sana-sini, sedangkan saya, lulus SMA sudah bekerja di perusahaan pembangkit listrik di Cilacap. Selama tiga tahun bekerja, saya baru berani memutuskan untuk kuliah setelah mendapat tawaran menarik dari seorang yang mengurusi keperluan asuransi di kantor kami. Sebenarnya keinginan untuk melanjutkan studi itu sudah terbesit lama bahkan waktu pertama kali saya bekerja pun, tujuan utamanya untuk melanjutkan belajar di bangku perkuliahan.

Awal masuk kuliah, begitu terkesan, hanya berlima kala itu. Kemudian, bertambah lagi, bertambah lagi dan terus bertambah hingga mencapai titik 63 orang mahasiswa di kelas. Waw ..luar biasa, ternyata memiliki banyak peminat di Akademi Keuangan dan Perbankan Widya Buana. Bagaimana tidak, sistem pembelajaran yang efektif dan efisien, ringkas dan singkat menjadi daya tarik bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa.

Dalam bulan-bulan perkenalan itulah, kami berkenalan dengan orang yang luar biasa semangatnya menjalani kehidupan, beliau adalah direktur AKP Widya Buana atau malah lebih tepatnya pemilik ‘saham’ di AKP Widya Buana, beliau adalah Bapak Yudhi K. Noorhidayat.

Siapa yang tidak kenal beliau? Sosok pengajar dan motivator yang tidak biasa itu semakin memukau mahasiswa/i-nya ketika ia mulai berbicara tentang kisah hidupnya, perjuangannya dari nol, pengorbanan di masa mudanya, tak banyak orang yang seperti beliau. Menurut cerita beliau, beliau memulai karirnya dari seorang cleaning service di sebuah mall di semarang, karena semangat dan keyakinannya beliau mampu bangun, bangkit dan menembus semua mimpi dan cita-citanya. Hingga kini, beliau menduduki posisi tertinggi di AKP Widya Buana. Bukan dosen biasa, bukan trainer sembarang trainer, bukan pula seorang yang menawarkan mimpi-mimpi. Pak Yudhi tidak menawarkan trik-trik tentang manajemen keuangan seperti Safir Senduk, tidak pula menumbuhkan teori intangible dan mind set seperti Rhenald Kasali. Kisah hidupnya tak jauh dari cerita hidup seorang Wendi yang memulai karir dari seorang cleaning service hingga pada akhirnya menuai sukses sebagai seorang direktur.

“Jika ingin menjadi orang yang sukses maka sakitilah dirimu sendiri”, begitu salah satu ucapan beliau yang masih nangkring di buku catatan saya. Tanpa penjelasan yang gamblang mengenai ucapan beliau tersebut. Lama kalimat tersebut bersemayam di rongga-rongga pikiranku, masih tersimpan dalam celah-celah halus memoriku.

Hingga ………

Minggu, 18 September 2011.

Selang 7 (tujuh) bulan dari perkenalan tersebut, kemarin, hari minggu mata kuliah yang diajarkan adalah membahas tentang E-Business atau Elektronic Business. Makul ini mempelajari tentang sistem berbisnis dengan menerapkan teknologi informatika yang beredar luas di rancah dunia, memanfaatkan cyber zone sebagai media utama, mempelajari cara-cara berbisnis online yang fair, berbisnis melalui internet dengan baik. Ibu Fitri Lukiastuti sebagai dosen pengajar kami dengan telaten dan sabarnya menghadapi mahasiswa/i yang saya lihat masih ‘gaptek’, bukan saya meremehkan tapi istilah-istilah yang bu Fitri kemukakan saja masih banyak yang belum mengerti padahal itu adalah istilah dasar dalam dunia maya. Tapi, saya acungkan jempol buat teman-teman saya, mereka hebat, mau belajar dan tidak malu untuk bertanya. Obat dari kebodohan adalah dengan bertanya kepada yang lebih berilmu. Tapi saya sendiri juga heran, mereka kok nanyanya ke saya yaaaa.. memang muka saya mirip modem apa yaaa..ilmu saya kan juga masih sangat dangkal. Loh, lama-lama ndak nyambung. Heheheee…

Kembali ke topik awal.

Kenapa saya tiba-tiba tertarik menulis ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah di mata kuliah yang disampaikan oleh bu Fitri telah menjawab rasa ingin tahu saya tentang ucapan pak Yudhi tentang “Jika ingin menjadi orang yang sukses maka sakitilah dirimu sendiri”.

Menyakiti diri sendiri adalah sebuah majas untuk menggambarkan bahwa kerja keras dan kerja cerdas sangat menentukan kemana seseorang akan membawa dirinya. Untuk menjadi orang yang lebih dari orang lain, kitapun harus melakukan sesuatu yang lebih dari orang lain. Jika orang lain asik dengan masa mudanya, bersenang-senang, berfoya-foya maka kita harus memanage waktu kita untuk hal-hal yang lebih penting, memanfaatkan masa muda bukan untuk bersenang-senang tetapi lebih kepada persiapan menjalani masa-masa berikutnya. Lakukan sekarang selagi bisa.Kerja keras saja tidak cukup, bekerjalah dengan cerdas, manfaatkan waktu selagi punya. Karena waktu yang kita miliki adalah waktu sekarang, hari esok dan seterusnya masih rahasia Illahi.

Dalam blognya Muhammad Assad ada ungkapan dari Michael Jordan “I can accept failure, but I can’t accept not trying”. Cobalah, maka kita akan merasakan betapa indahnya hidup ini. Jangan pernah takut untuk salah, jangan pula malu ketika gagal.

Orang-orang yang ‘lebih’ dari orang lain itu memang melakukan lebih dari yang biasa orang lakukan. Mereka masih bekerja di saat sedang enak-enaknya tidur, mereka sudah bangun ketika orang sedang pulas-pulasnya tertidur. Pak Yudhi, menjadi seorang cleaning service ketika teman-temannya asyik dengan pasangannya, ketika teman-temannya asyik cuci mata di mall, bu Fitri memulai rutinitas kerjanya jam 10 malam, cukup malam bukan? atau mungkin kita sudah tertidur jam segitu atau bahkan masih bangun tapi hanya menonton televisi? chattingan? facebookan? hemmm … tapi itu tidak berlaku untuk bu Fitri. Itu lah contoh terdekat disekitar kita.

Kita bisa menengok lebih jauh lagi seperti perjuangan Dahlan Iskan di Jawa Pos terlebih beliau harus berjuang melawan penyakit kronisnya kala itu hingga kini beliau telah menduduki jabatan sebagai direktur utama di PLN, perjuangan Jacob Oetomo di Kompas, Susan Boyle, Pele, Se Ri Pak perenang dari korea dan masih banyak lagi orang-orang luar biasa yang berusaha lebih dari orang-orang biasa.

Maka, jangan menunggu bisa baru lakukan tapi lakukanlah !! maka kamu pasti bisa. Tetap semangat kawan-kawanku, meskipun sekarang kita tidak dapat menikmati hari minggu tapi saya yakin buah manis telah menunggu kita, kita jemput mimpi-mimpi kita. Ciayoooo …

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s