Yang Muda, Yang Bertaqwa


Bismillahirrahmanirrahim

Siapa bilang waktu muda cuma untuk hura-hura dan senang-senang?Waktu muda adalah waktu yang prospektif untuk investasi masa datang. Jangan tunggu masa tua kalau bisa dikerjakan hari ini.Perlu kita ketahui bahwa masuk surga bukan perkara yang mudah kecuali bagi orang yang dimudahkan oleh Allah. Karena surga itu dikelilingi oleh perkara yang kita benci, sedangkan neraka itu dikelilingi oleh perkara yang kita inginkan.

Rasulullah bersabda yang artinya, “Saat Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus Malaikat Jibril ke surga. Allah berfirman kepada Jibril, ‘Pergilah, lihat surga dan apa yang Aku persiapkan bagi penghuninya’. Jibril pun mendatanginya dan melihatnya serta apa yang dipersiapkan bagi penghuninya. Lalu Jibril pun kembali dan mengatakan, ‘Demi KemuliaanMU, tidak ada seseorang yang mendengar kecuali ingin memasukinya. Allah pun meliputi surga dengan sesuatu yang dibenci lalu berfirman kepada Jibril, ‘Pergilah, lihat kepadanya dan apa yang Aku persiapkan bagi penghuninya. Jibril pun kembali melihatnya. Ternyata, surga dipenuhi dengan perkara yang dibenci manusia. Jibril pun kembali dan mengatakan, ‘Demi KemuliaanMU, aku takut tidak ada satu orang pun yang memasukinya.“‘ [HR At Tirmidzi dan An Nasa’i]

Masihkah berpikir untuk foya-foya? Beribadah menunggu masa tua? Padahal kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita singgah di dunia ini, bukankah sering kita dengar banyak anak yang meninggal dalam usia masih sangat muda bahkan balita. Kematian tidak mengenal usia, sudahkah kita persiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya?

BERPAYUNG NAUNGAN ALLAH.

Pada hari kiamat nanti, maahari hanya berjarak satu mil dari atas kepala kita. Saat itu, manusia berkeringat sesuai dengan dosa-dosanya. Rasulullah pernah bersabda, “Matahari mendekat kepada makhluk pada hari kiamat hingga berjarak satu mil. Maka, manusia pun tercelup ke dalam keringatnya sesuai dengan amalannya. Diantara mereka ada yang tercelup hingga mata kakinya, diantara mereka ada yang tercelup hingga pinggangnya dan diantara mereka ada yang tercelup hingga mulutnya.[HR Muslim]

Saat itu beberapa golongan akan dinaungi oleh Allah . Golongan-golongan itu adalah orang yang disebutkan dalam hadist Rasul berikut ini,“Tujuh golongan yang Allah naungi dengan naunganNYA, pada hari tiada naungan selain naunganNYA; seorang imam yang adil; pemuda yang tumbuh dalam peribadahan kepada Allah; laki-laki yang qalbunya senantiasa terkait dengan masjid; dua orang yang saling mencintai, berkumpul karenaNYA dan berpisah karenaNYA; seorang laki-laki yang digoda perempuan yang memiliki kecantikan dan kedudukan namun dia justru mengatakan ‘Aku takut kepada Allah’; seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui yang diberikan oleh tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah sendirian lalu bercucurlah air matanya.” [HR Al Bukhari dan Muslim]

Kalian bisa menjadi salah satunya, bisa menjadi pemuda yang senantiasa dalam peribadahan kepada Allah.

LEBIH CEPAT LEBIH BAIK.

 

Lantas, apa yang kalian tunggu? Apakah menunggu hilangnya nikmat mudamu ini? Apakah menunggu penyesalan dihari tua kelak? Ingatlah, masa mudamu ini tak akan pernah kembali. Pergunakanlah waktu-waktumu di masa muda sebelum masa tuamu menghampiri, merenggut kekuatan dan kemampuanmu, jika Allah masih memberi kesempatan kita hidup di dunia ini.

Rasulullah pernah mewasiatkan, “Manfaatkan sebaik baiknya lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum pikunmu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” [HR Al Hakim]

Lima nikmat ini baru terasa nilainya ketika kehilangan salah satu darinya. Maka dari itu, hendaknya kita mensyukurinya dengan mempergunakan nikmat-nikmat tersebut untuk beramal.

Nah, demikian Islam mewasiatkan kepada kita tentang nikmat yang besar ini dari sekian banyak nikmat Allah yang tidak terhitung.

Jika engkau berada pada sore hari maka jangan menunggu paginya dan jika berada pada pagi hari maka jangan menunggu sorenya (Ibnu Umar). Allahu a’lam bish shawab.

*senyum*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s