Jika ingin sukses, sakitilah dirimu!

Februari 2011, saya memutuskan untuk mengambil langkah baru dalam hidupku. Kuliah. Bagiku dan keluargaku, kuliah adalah “sesuatu” yang mewah dan wah. Bagaimana tidak, bisa makan dan berpakaian saja sudah alhamdulillah. Kakakku kuliah dengan mengandalkan beasiswa dan bekerja paruh waktu sana-sini, sedangkan saya, lulus SMA sudah bekerja di perusahaan pembangkit listrik di Cilacap. Selama tiga tahun bekerja, saya baru berani memutuskan untuk kuliah setelah mendapat tawaran menarik dari seorang yang mengurusi keperluan asuransi di kantor kami. Sebenarnya keinginan untuk melanjutkan studi itu sudah terbesit lama bahkan waktu pertama kali saya bekerja pun, tujuan utamanya untuk melanjutkan belajar di bangku perkuliahan.

Awal masuk kuliah, begitu terkesan, hanya berlima kala itu. Kemudian, bertambah lagi, bertambah lagi dan terus bertambah hingga mencapai titik 63 orang mahasiswa di kelas. Waw ..luar biasa, ternyata memiliki banyak peminat di Akademi Keuangan dan Perbankan Widya Buana. Bagaimana tidak, sistem pembelajaran yang efektif dan efisien, ringkas dan singkat menjadi daya tarik bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa.

Dalam bulan-bulan perkenalan itulah, kami berkenalan dengan orang yang luar biasa semangatnya menjalani kehidupan, beliau adalah direktur AKP Widya Buana atau malah lebih tepatnya pemilik ‘saham’ di AKP Widya Buana, beliau adalah Bapak Yudhi K. Noorhidayat.

Siapa yang tidak kenal beliau? Sosok pengajar dan motivator yang tidak biasa itu semakin memukau mahasiswa/i-nya ketika ia mulai berbicara tentang kisah hidupnya, perjuangannya dari nol, pengorbanan di masa mudanya, tak banyak orang yang seperti beliau. Menurut cerita beliau, beliau memulai karirnya dari seorang cleaning service di sebuah mall di semarang, karena semangat dan keyakinannya beliau mampu bangun, bangkit dan menembus semua mimpi dan cita-citanya. Hingga kini, beliau menduduki posisi tertinggi di AKP Widya Buana. Bukan dosen biasa, bukan trainer sembarang trainer, bukan pula seorang yang menawarkan mimpi-mimpi. Pak Yudhi tidak menawarkan trik-trik tentang manajemen keuangan seperti Safir Senduk, tidak pula menumbuhkan teori intangible dan mind set seperti Rhenald Kasali. Kisah hidupnya tak jauh dari cerita hidup seorang Wendi yang memulai karir dari seorang cleaning service hingga pada akhirnya menuai sukses sebagai seorang direktur.

“Jika ingin menjadi orang yang sukses maka sakitilah dirimu sendiri”, begitu salah satu ucapan beliau yang masih nangkring di buku catatan saya. Tanpa penjelasan yang gamblang mengenai ucapan beliau tersebut. Lama kalimat tersebut bersemayam di rongga-rongga pikiranku, masih tersimpan dalam celah-celah halus memoriku.

Hingga ………

Minggu, 18 September 2011.

Selang 7 (tujuh) bulan dari perkenalan tersebut, kemarin, hari minggu mata kuliah yang diajarkan adalah membahas tentang E-Business atau Elektronic Business. Makul ini mempelajari tentang sistem berbisnis dengan menerapkan teknologi informatika yang beredar luas di rancah dunia, memanfaatkan cyber zone sebagai media utama, mempelajari cara-cara berbisnis online yang fair, berbisnis melalui internet dengan baik. Ibu Fitri Lukiastuti sebagai dosen pengajar kami dengan telaten dan sabarnya menghadapi mahasiswa/i yang saya lihat masih ‘gaptek’, bukan saya meremehkan tapi istilah-istilah yang bu Fitri kemukakan saja masih banyak yang belum mengerti padahal itu adalah istilah dasar dalam dunia maya. Tapi, saya acungkan jempol buat teman-teman saya, mereka hebat, mau belajar dan tidak malu untuk bertanya. Obat dari kebodohan adalah dengan bertanya kepada yang lebih berilmu. Tapi saya sendiri juga heran, mereka kok nanyanya ke saya yaaaa.. memang muka saya mirip modem apa yaaa..ilmu saya kan juga masih sangat dangkal. Loh, lama-lama ndak nyambung. Heheheee…

Kembali ke topik awal.

Kenapa saya tiba-tiba tertarik menulis ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah di mata kuliah yang disampaikan oleh bu Fitri telah menjawab rasa ingin tahu saya tentang ucapan pak Yudhi tentang “Jika ingin menjadi orang yang sukses maka sakitilah dirimu sendiri”.

Menyakiti diri sendiri adalah sebuah majas untuk menggambarkan bahwa kerja keras dan kerja cerdas sangat menentukan kemana seseorang akan membawa dirinya. Untuk menjadi orang yang lebih dari orang lain, kitapun harus melakukan sesuatu yang lebih dari orang lain. Jika orang lain asik dengan masa mudanya, bersenang-senang, berfoya-foya maka kita harus memanage waktu kita untuk hal-hal yang lebih penting, memanfaatkan masa muda bukan untuk bersenang-senang tetapi lebih kepada persiapan menjalani masa-masa berikutnya. Lakukan sekarang selagi bisa.Kerja keras saja tidak cukup, bekerjalah dengan cerdas, manfaatkan waktu selagi punya. Karena waktu yang kita miliki adalah waktu sekarang, hari esok dan seterusnya masih rahasia Illahi.

Dalam blognya Muhammad Assad ada ungkapan dari Michael Jordan “I can accept failure, but I can’t accept not trying”. Cobalah, maka kita akan merasakan betapa indahnya hidup ini. Jangan pernah takut untuk salah, jangan pula malu ketika gagal.

Orang-orang yang ‘lebih’ dari orang lain itu memang melakukan lebih dari yang biasa orang lakukan. Mereka masih bekerja di saat sedang enak-enaknya tidur, mereka sudah bangun ketika orang sedang pulas-pulasnya tertidur. Pak Yudhi, menjadi seorang cleaning service ketika teman-temannya asyik dengan pasangannya, ketika teman-temannya asyik cuci mata di mall, bu Fitri memulai rutinitas kerjanya jam 10 malam, cukup malam bukan? atau mungkin kita sudah tertidur jam segitu atau bahkan masih bangun tapi hanya menonton televisi? chattingan? facebookan? hemmm … tapi itu tidak berlaku untuk bu Fitri. Itu lah contoh terdekat disekitar kita.

Kita bisa menengok lebih jauh lagi seperti perjuangan Dahlan Iskan di Jawa Pos terlebih beliau harus berjuang melawan penyakit kronisnya kala itu hingga kini beliau telah menduduki jabatan sebagai direktur utama di PLN, perjuangan Jacob Oetomo di Kompas, Susan Boyle, Pele, Se Ri Pak perenang dari korea dan masih banyak lagi orang-orang luar biasa yang berusaha lebih dari orang-orang biasa.

Maka, jangan menunggu bisa baru lakukan tapi lakukanlah !! maka kamu pasti bisa. Tetap semangat kawan-kawanku, meskipun sekarang kita tidak dapat menikmati hari minggu tapi saya yakin buah manis telah menunggu kita, kita jemput mimpi-mimpi kita. Ciayoooo …

 

Advertisements

Spesial “8”

Angka ‘8’ (delapan) memiliki kekhususan sendiri untuk masyarakat china maupun keturunan china. Ada apa dengan angka ‘8’ ? Ini sekelumit cerita saya sebelum lebaran dan selidikan saya pada Mba Siska ‘Markonah’, rekan seperjuangan di kantor.

Kebetulan waktu itu memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan 1432H saya menyempatkan diri berkunjung ke sebuah salon di dekat terminal kota Cilacap. Jangan salah, saya bukan hendak melakukan perawatan seperti yang wanita-wanita ‘cantik’ itu kerap lakukan, saya hanya membeli vitamin rambut. Lalu, apa hubungannya angka ‘8’ dengan salon?

Ehh… tunggu dulu teman-teman, jangan kabur dulu.

Sewaktu membeli vitamin rambut itulah saya ngobrol-ngobrol dengan Tante (panggilan untuk perempuan china yang lebih tua jarak usianya) dan sampai di obrolan tentang tempat kerja saya. Ternyata sepupunya Tante juga ada yang bekerja di gedung di mana saya mengais rizki. Siska namanya. Kebetulan saya kenal dengannya dan sering bertemu di toilet, nah lo … sama-sama besernya.

Ramadhan telah usai.

Lalu, pada hari minggu setelah hari raya saya menyempatkan diri bersama ibu dan keponakan saya untuk sekedar berjalan-jalan menghibur keponakan saya yang sedang liburan di Cilacap itu. Ke Borobudur Plaza tepatnya, bermain-main di timezone. Angkutan kota dari terminal itu hanya menurunkan penumpangnya di perempatan Jl. A. Yani jadi untuk sampai di Borobudur Plaza kami harus berjalan beberapa meter. Sembari menikmati pemandangan jalanan yang penuh dengan orang-orang jualan, dari mulai baju, kacamata, reparasi jam, toko elektonik, counter dan masih banyak lagi, saya sengaja ingin mencari kediaman Mba Siska itu yang katanya membuka counter HP dan accesoriesnya.

Hemm .. rupanya mba Siska sedang asyik melayani pelanggannya, penuh keramahan dan keluguan. Dan, mata saya tertuju pada satu tulisan di papan nama counter tersebut. 88 cell. Hah, ada apa dengan angka 8? Angka 8 selama beberapa hari terus menerus menghantui rongga-rongga pikiranku. Rasanya tak sabar ingin segera selesai cuti bersama, masuk kantor dan segera menemui mba Siska untuk menanyakannya.

Memasuki hari -hari kerja.

Satu minggu setelah memasuki hari kerja, saya baru menyempatkan waktu menanyakan hal ini.

Beginilah jawaban dari mba Siska.

Ternyata, angka “8” bagi orang cina adalah sebuah rejeki yang tidak ada putusnya, terus menyambung dan terus mengalir tanpa terputus. Mereka memiliki anggapan tersebut karena mereka melihat garis pada angka “8” yang tidak ada putusnya dan berkesinambungan. Angka “8” sering digunakan sebagai simbol kehokian karena dianggap memberi rejeki yang banyak dan mengalir terus menerus.

Yaa.. saya jadi berpikir dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa :

Garis pada angka “8” itu tidak pernah berhenti, menandakan bahwa untuk mendapatkan rejeki atau kesuksesan kita harus bekerja keras tanpa kenal putus asa. Karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau berusaha. Bukan begitu teman-teman?

Sekian tentang angka 8, saya bukan ingin menghimbau teman-teman untuk mempercayai angka delapan. Namun, ambillah filosofi di dalamnya bahwa untuk menjadikan sesuatu yang lebih dibutuhkan kerja keras tanpa kenal putus asa dan sertakanlah doa dalam setiap langkah. Tawakkal yang baik adalah ketika kita mau berusaha dan hasilnya diserahkan kepada Allah yang Maha Segalanya.

Selamat berjuang teman-teman.

Matematika dalam kehidupan

Masih ingat betul waktu itu, ketika saya masih memakai seragam putih abu-abu, masih lucu dan lugu (halah…kagak nyambung)…Sebut saja Pak Ering, seorang guru matematika yang super santai. Dari jamannya masih berseragam putih biru, saya sudah tidak tertarik dengan pelajaran ini, matematika! Makanya, sewaktu SMA, saya mengambil jurusan Ilmu Sosial dengan dalih saya lebih suka bersosialisasi. Weleh…weleh …Pak Ering membawa warna baru dalam kehidupan bermatematika.. satu kata yang tidak pernah saya lupakan adalah “Matematika mengajarkan kita akan kejujuran dan ketelitian”. Menurut beliau jika setiap orang jago matematika maka dia akan menjadi orang yang jujur. Wehh .. apa hubungannya, pikirku kemudian.

Cekidot ulasan beliau mengenai Matematika ini…

Matematika menjadi salah satu pelajaran terpenting yang harus dikuasai oleh setiap orang yang ingin meraih sukses dalam hidupnya karena dalam keahlian bermatematika kita diminta untuk menyelesaikan masalah dengan benar, sekaligus kita diberi kebebasan untuk menjawab dengan berbagai cara asalkan jawabannya benar dan dengan cara yang benar. Jika caranya salah atau salah dalam menuliskan satu angka saja hasil akhirnya juga salah. Disini kita diminta untuk jujur dalam menyelesaikan masalah yang ada dengan cara yang benar dan teliti. Karena kalau menjawab soal matematika pakai bohong segala kan hasilnya juga amburadul to … hehee..

Selain itu banyak sekali manfaat dari penerapan ilmu matematika dalam kehidupan sehari- hari baik diterapkan dalam bidang ilmu lainnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang paling sederhana adalah ketika kita menghitung uang belanja, pengeluaran uang untuk kebutuhan sehari-hari, itu saja sudah termasuk menerapkan ilmu matematika, menghitung luas tanah, nilai rapot ketika kenaikan kelas, ongkos naik kendaraan dan masih banyak lagi. Di berbagai kehidupan manusia tidak luput dari penerapan ilmu matematika baik dalam perumusan masalah hingga penyelesaian masalah. Dalam penyeleksian karyawan dan mengetes calon karyawan juga dibutuhkan dan masih banyak lagi penerapan ilmu matematika yang tidak dapat dijabarkan disini. Begitu banyak manfaat yang dapat dipetik dari ilmu matematika yang saya anggap rumit ini. ( Karena saya ini juga lemah daya matematikanya,,,hehehehe…)

Ada pepatah mengatakan “Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Jelas sekali bahwa matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada pelajaran matematika di dalamnya karena mau tidak mau matematika digunakan dalam aktivitas sehari-harinya.

So, mari belajar matematika.. pelan pelan saja kalau belum bisa.

tulisan saya di ruang lain (disini)

-senyum-

Bersyukur atas nikmat Allah

Hamba yang cerdik adalah hamba yang bersyukur kepada Allah, beribadah kepadaNYA semata, serta tidak mengkufuri nikmatNYA. Ia yakin bahwa apa yang Allah takdirkan untuknya pasti merupakan kebaikan dan apa yang tidak ditakdirkan untuknya itu pun merupakan kebaikan. Maka, jika datang nikmat dari Allah ia bersyukur sedangkan jika datang ujian dari Allah ia pun akan bersabar. Ia yakin bahwa baik nikmat maupun musibah yang menimpa merupakan ujian supaya terpilah hamba yang mau bersyukur kepadaNYA dan bersabar atas ujian tersebut.

NIKMAT ALLAH TAK TERHINGGA.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya, Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ ( An Nahl : 18 )

Betapa banyak kasih sayang dan rahmat yang Allah berikan untuk kita semua, tanpa pandang bulu baik itu hamba yang beriman maupun seorang yang mengkufurinya. Allah dengan kesetiaannya selalu melimpahkan rahmat pada kita sekalian manusia. Mulai dari bangun tidur hingga kita tertidur kembali di pagi harinya. Tentunya jika ia termasuk orang yang mensyukuri nikmat Allah, ia akan memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya, tak ada waktu yang terlewat sia-sia. Setiap langkah selalu teriring dengan dzikir, hati senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan. Kita, sebagai manusia yang tak luput dari kekhilafan tidak akan sanggup menghitung-hitung nikmat yang Allah berikan untuk kita.

Dari Aisyah, “Jika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam melaksanakan shalat, beliau berdiri (lama sekali) sampai kedua kaki (telapak) beliau pecah-pecah. Aisyah bertanya : Wahai Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini padahal dosamu yang terdahulu dan yang akan datang telah diampuni? Lalu beliau menjawab: Wahai Aisyah, apakah aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur.” ( Shahih Muslim )

Nah, bagaimana dengan kita teman-teman?

Seorang Rasulullah yang telah dijamin keadaannya pun masih berusaha menjadi hamba yang bersyukur. Tentunya kita sebagai manusia biasa harus lebih gigih lagi usahanya dalam upaya mensyukuri nikmat Allah dengan mempergunakannya dengan sebaik-baiknya.

MENSYUKURI NIKMAT ALLAH.

“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan : ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”‘ (Ibrahim : 7)

Jika kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah maka Allah akan menambah nikmat kepada kita dengan cara yang hanya Allah yang tahu. Namun, bila kita kufur akan nikmat Allah maka bagi kita adalah siksa yang amat pedih. Bila kita mengkufuri nikmat Allah, Allah akan berpaling dari kita dan terhalang dari nikmatNya. Padahal segala sesuatu di dunia ini adalah karena rahmat dari Allah semata, Tuhan sekalian alam.

Jika kita terlahir sebagai seorang yang miskin dan tumbuh sebagai seorang yang fakir pula maka bersyukurlah karena sedikitnya harta yang akan kau pertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat nanti. Dan jika kita terlahir dan tumbuh menjadi seorang yang kaya raya maka bersyukurlah karena dengan harta yang kau miliki, kau bisa memberi makan kepada seorang yang miskin, bisa memberikan sebagian rizkimu untuk kau sedekahkan, mampu memberikan bantuan kepada yang lebih membutuh yang mana hal ini tidak dapat dilakukan oleh seorang yang fakir. Bersyukurlah dalam setiap keadaan.

Sudahkah kita bersyukur pagi ini?

*dzikir pagi …

Allahuma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa’illahi nusyur.

(Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)).”

Hendaknya setiap pagi kita melantunkan dzikir harian pagi dan sore. Baik dengan lafadz seperti yang biasa saya lafadzkan ataupun bacaan dzikir yang lain.

Penyakit Harta

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullahu berkata:
‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam bersabda:
“Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada harta terdapat penyakit yang sangat banyak.”
Beliau ditanya: “Wahai ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?”
Beliau menjawab: “Tidak ditunaikan haknya.”
Mereka menukas: “Jika haknya sudah ditunaikan?”
Beliau menjawab: “Tidak selamat dari membanggakannya dan menyombongkannya.”
Mereka menimpali: “Jika selamat dari bangga dan sombong?”
Beliau menjawab: “Memperindah dan mempermegahnya akan menyibukkan dari dzikrullah (mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala).”
(Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 81)

Beliau rahimahullahu berkata: “Kelebihan dunia adalah kekejian di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat.”
Beliau ditanya: “Apa yang dimaksud dengan kelebihan dunia?”
Beliau menjawab: “Yakni engkau memiliki kelebihan pakaian sedangkan saudaramu telanjang; dan engkau memiliki kelebihan sepatu sementara saudaramu tidak memiliki alas kaki.”
(Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 76)

Yang Muda, Yang Bertaqwa

Bismillahirrahmanirrahim

Siapa bilang waktu muda cuma untuk hura-hura dan senang-senang?Waktu muda adalah waktu yang prospektif untuk investasi masa datang. Jangan tunggu masa tua kalau bisa dikerjakan hari ini.Perlu kita ketahui bahwa masuk surga bukan perkara yang mudah kecuali bagi orang yang dimudahkan oleh Allah. Karena surga itu dikelilingi oleh perkara yang kita benci, sedangkan neraka itu dikelilingi oleh perkara yang kita inginkan.

Rasulullah bersabda yang artinya, “Saat Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus Malaikat Jibril ke surga. Allah berfirman kepada Jibril, ‘Pergilah, lihat surga dan apa yang Aku persiapkan bagi penghuninya’. Jibril pun mendatanginya dan melihatnya serta apa yang dipersiapkan bagi penghuninya. Lalu Jibril pun kembali dan mengatakan, ‘Demi KemuliaanMU, tidak ada seseorang yang mendengar kecuali ingin memasukinya. Allah pun meliputi surga dengan sesuatu yang dibenci lalu berfirman kepada Jibril, ‘Pergilah, lihat kepadanya dan apa yang Aku persiapkan bagi penghuninya. Jibril pun kembali melihatnya. Ternyata, surga dipenuhi dengan perkara yang dibenci manusia. Jibril pun kembali dan mengatakan, ‘Demi KemuliaanMU, aku takut tidak ada satu orang pun yang memasukinya.“‘ [HR At Tirmidzi dan An Nasa’i]

Masihkah berpikir untuk foya-foya? Beribadah menunggu masa tua? Padahal kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita singgah di dunia ini, bukankah sering kita dengar banyak anak yang meninggal dalam usia masih sangat muda bahkan balita. Kematian tidak mengenal usia, sudahkah kita persiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya?

BERPAYUNG NAUNGAN ALLAH.

Pada hari kiamat nanti, maahari hanya berjarak satu mil dari atas kepala kita. Saat itu, manusia berkeringat sesuai dengan dosa-dosanya. Rasulullah pernah bersabda, “Matahari mendekat kepada makhluk pada hari kiamat hingga berjarak satu mil. Maka, manusia pun tercelup ke dalam keringatnya sesuai dengan amalannya. Diantara mereka ada yang tercelup hingga mata kakinya, diantara mereka ada yang tercelup hingga pinggangnya dan diantara mereka ada yang tercelup hingga mulutnya.[HR Muslim]

Saat itu beberapa golongan akan dinaungi oleh Allah . Golongan-golongan itu adalah orang yang disebutkan dalam hadist Rasul berikut ini,“Tujuh golongan yang Allah naungi dengan naunganNYA, pada hari tiada naungan selain naunganNYA; seorang imam yang adil; pemuda yang tumbuh dalam peribadahan kepada Allah; laki-laki yang qalbunya senantiasa terkait dengan masjid; dua orang yang saling mencintai, berkumpul karenaNYA dan berpisah karenaNYA; seorang laki-laki yang digoda perempuan yang memiliki kecantikan dan kedudukan namun dia justru mengatakan ‘Aku takut kepada Allah’; seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui yang diberikan oleh tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah sendirian lalu bercucurlah air matanya.” [HR Al Bukhari dan Muslim]

Kalian bisa menjadi salah satunya, bisa menjadi pemuda yang senantiasa dalam peribadahan kepada Allah.

LEBIH CEPAT LEBIH BAIK.

 

Lantas, apa yang kalian tunggu? Apakah menunggu hilangnya nikmat mudamu ini? Apakah menunggu penyesalan dihari tua kelak? Ingatlah, masa mudamu ini tak akan pernah kembali. Pergunakanlah waktu-waktumu di masa muda sebelum masa tuamu menghampiri, merenggut kekuatan dan kemampuanmu, jika Allah masih memberi kesempatan kita hidup di dunia ini.

Rasulullah pernah mewasiatkan, “Manfaatkan sebaik baiknya lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum pikunmu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” [HR Al Hakim]

Lima nikmat ini baru terasa nilainya ketika kehilangan salah satu darinya. Maka dari itu, hendaknya kita mensyukurinya dengan mempergunakan nikmat-nikmat tersebut untuk beramal.

Nah, demikian Islam mewasiatkan kepada kita tentang nikmat yang besar ini dari sekian banyak nikmat Allah yang tidak terhitung.

Jika engkau berada pada sore hari maka jangan menunggu paginya dan jika berada pada pagi hari maka jangan menunggu sorenya (Ibnu Umar). Allahu a’lam bish shawab.

*senyum*

Manfaat Minuman Hangat dan Jeruk Nipis

Minum air hangat memang memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan tubuh, apalagi air hangat sangat membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Mulanya untuk memulai meminum air hangat dan jeruk nipis mungkin tidaklah seenak dan senikmat meminum teh manis ataupun minuman perasa lainnya. Namun lambat laun setelah kita merasakan manfaat dari khasiat keduanya ini kita akan senantiasa rutin untuk meminumnya.

Khusus untuk anda yang ingin menurunkan berat badan, minuman ini cukup ampuh untuk menyingkirkan lemak dalam tubuh. Tidak percaya? Berikut ini beberara manfaat yang pasti ada dapatkan jika senantiasa rutin untuk mengkonsumsi kedua jenis minuman ini :

1. Kombinasi kedua minuman ini dipercaya untuk menurunkan berat badan anda, biasakan minumnya dipagi hari. Selain itu selain meningkatkan metabolisme di dalam tubuh, Ternyata air hangat dan jeruk nipis ini juga mampu membuat kita segar sampai siang hari selama aktifitas.

2. Air hangat dan jeruk nipis ini juga dapat menghindari kita dari dehidrasi,selain itu air hangat juga dapat membantu penekan nafsu makan alami. Sangat cocok sekali kan buat anda yang aktifitasnya padat.

3. Meminum jeruk nipis juga dapat merangsang pencernaan, sehingga memudahkan tubuh anda untuk meyerap nutrisi. Dampak dari kurangnya nutrisi akan membuat tubuh anda mudah lapar.

4. Mengkonsumsi jeruk nipis juga mampu menghilangkan selulit yang membandel, terutama untuk ibu-ibu pasca melahirkan. Cobalah untuk rutin meminum jeruk nipis dan air hangat ini sebagai ramuan alami penghilang selulit.

5. Dengan kandungan vitamin C yang banyak di jeruk nipis ini menurut U.S. Departement of Agriculture, satu buah lemon memberikan 30,7 mg vitamin C. Jumlah harian yang disarankan adalah 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

6. Keunggulan dari jeruk nipis dan air hangat ini juga mampu menjaga daya tahan tubuh, membantu mencegah penyakit-penyakit kronis lainnya.

Khasiat air hangat dan jeruk nipis ini memang sudah tidak diragukan lagi, baiknya anda juga harus rutin untuk mengkonsumsinya. Olahraga juga sangat membantu tubuh anda untuk senantiasa bugar sepanjang hari.

 

*sumber dari akun teman di kompasiana : http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/09/06/keuntungan-minum-air-hangat-dan-jeruk-nipis/